Press "Enter" to skip to content

Perbedaan penyakit Snot dan Ornithosis

Perbedaan penyakit Snot dan Ornithosis Kata kuncinya ada pada mata berair. Pada merpati umumnya karena kedua penyakit ini, antara snot dan ornithosis. Kemungkinan lain seperti kecolok kawat di kandang, dipatuk burung lain, di luar konteks ya.

CIRI-CIRI SNOT

Snot dan ornithosis ini sering tertukar, sering salah tebak saat mendiagnosa merpati dg mata berair. Supaya ga salah tebak, kita coba urai keduanya pada bagian-bagian yg berbeda.

Gejala lain seperti napsu makan menurun, bulu berdiri, burung lesu, kotoran berair, kita abaikan dulu, Karena itu gejala umum pada burung sakit.

Snot itu nama formalnya coryza, ini seperti pilek ringan di merpati pos. Gejala klinisnya, mata berair, pial hidung basah, ada lendir di rongga mulut dan hidung dg bau tidak sedap.

Sekarang bagian mata berair, pada kasus snot mata berair terjadi pada kedua matanya, kelopak mata atau area di sekeliling mata tampak membengkak. Bengkaknya merata. Snot pada dasarnya adalah menyakit sistemik. Artinya kumannya ada di dalam sistim tubuh merpati.

Kalo di dalam tubuh berarti pengobatan yg utama adalah dari sisi dalam. Dalam hal ini pemberian obat oral menjadi lebih utama. Pemberian obat tetes mata jadi yg sekunder. Bagian pengobatan utama dan skunder digaris bawahi dulu ya…

CIRI-CIRI ORNITHOSIS

Oke, sekarang kita masuk pada Ornithosis. Langsung pada bagian yg beda saja. Pada ornithosis mata yg berair itu umumnya hanya sebelah saja. Kelopak mata yg basah dan bengkaknya juga hanya sebelah.

Bengkaknya mata tidak rata disekeliling kelopak, biasanya bagian bawah kelopak tampak lebih besar. Saya ga usah jelaskan kenapa bengkaknya bisa beda, kepanjangan nanti. Pial hidung tampak kering, tetap putih dan berbedak seperti burung sehat.

Pada rongga hidung dan mulut umumnya juga tidak berlendir. Dari uraian ttg gejala klinis ornithosis sebenarnya sudah terlihat kalo ini bukan penyakit sistemik, tapi penyakit yg disebabkan oleh infeksi lokal.

CARA PENGOBATAN SNOT DAN ORNITHOSIS

Maka pengobatan utamanya adalah bagian lokal yg terinfeksi, dalam hal ini pada mata yg berair. Jadi mata yg berair ditangani dulu dg obat tetes mata, kemudian dari sisi oral dibantu dg pengobatan iuga.

Kenapa harus 2 sisi mengobatinya ? Pada snot jelas, kuman penyakit ada di seluruh sistim tubuh, artinya kalo cuma diobati pada matanya ada kemungkinan hasilnya tidak tuntas. Pada ormithosis, pengobatan dg tetes mata menjadi yg utama karena mata adalah bagian “lokal” yg terinfeksi.

Bagian lokal itu lah sumber penyakitnya. Tapi tetap perlu obat oral dari sisi dalam, ini buat jaga-jaga kalo kumannya ada yg berhasil tembus ke sistim tubuh merpati.

Wew, panjang juga jadinya tulisan ini. Oke lah, pertanyaan penutup. Pada gambar ilustrasi itu kira-kira snot atau orbithosis ?

Please follow and like us:
error