Press "Enter" to skip to content

Mengobati goham pada merpati

Buat para pakar dan senior khusus topik ini boleh dilewati. Materi ini peruntukannya memang untuk novice. Kita mengulang materi sejenak.

Anggap saja bahan penyegaran. Kita bahas penyakit yg umum di merpati, goham salah satu contohnya. Ini adalah penyakit populer kedua setelah patek. Nama lain adalah Canker (dalam bahasa Inggris) atau Trichomoniasis (berdasarkan bakterinya).

Goham mudah muncul bila kondisi stress terjadi pada unggas. Atau unggas sering mengalami kekurangan air minum yg menyebabkan dehidrasi. Secara umum kondisi stress dan kekurangan air minum ini lebih mudah memicu munculnya goham.

Gejala klinis dapat ditandai dengan kusamnya bulu, bulu tampak berdiri dan nafsu makan menurun. Ciri khusus adalah adanya bau busuk pada mulut merpati dan umumnya disertai oleh bercak putih pada rongga mulut.

Bercak putih pada mulut sebenarnya adalah puncak gunung es yg tampak di permukaan. Karena sebenarnya bakteri menyerang seluruh saluran pencernaan, termasuk tembolok (telih) dan usus. Hingga pengobatannya harus tuntas, tidak hanya sebatas menghilangkan bercak yg tampak pada rongga mulut saja.

Banyak obat yg ditawarkan untuk mengatasi penyakit goham ini. Termasuk obat-obatan untuk penyakit keputihan pada wanita.

Karena ini jenis bakteri yg sama, hingga obat keputihan memang dapat digunakan. Hasil uji coba di kandang SB ‘Metronidazole’ masih obat yg terbaik utk penyakit ini. Ini adalah nama generik dari bahan farmasi yg dipakai secara luas dg merk dagang yg beragam.

Antibiotik ini tergolong mudah diperoleh dg harga yg sangat terjangkau. Pada kemasan generik satu strip (10 tablet dosis 500mg) oleh pemerintah dipatok dg HET untuk tahun 2015 sebesar Rp. 2.900,-

Gambaran garis besar dosis pemakaian obat antibiotik untuk unggas maksimal adalah 50mg/ekor/hari. Jadi untuk tablet dg dosis 500mg sebaiknya dipecah menjadi 10 bagian.

Biasanya setelah 3 hari merpati akan tampak membaik, bercak putih di mulut mulai menghilang. TAPI ini belum tuntas, karena bakteri yg berada disaluran pencernaan belum benar-benar mati.

Bila dihentikan maka besar kemungkinannya akan muncul kembali. Lanjutkan pemberian obat selama minimal 5 hari dan bila mau main aman teruskan sampai 7 hari. Semoga bermanfaat.

Please follow and like us:
error
Open chat
Butuh bantuan?
Assalamualaikum Sobat Merpati.org
Join group facebook komunitas merpati.org untuk mengajukan pertanyaan.
https://web.facebook.com/groups/merpati.org/
dan dapatkan berbagai informasi terbaru dunia merpati.
Powered by