You are here
Home > Artikel Tentang Merpati > Cara mencetak merpati juara

Cara mencetak merpati juara

Apakah benar hanya orang BERDUIT saja yg bisa mencetak burung juara?
Akhir2 ini ramai dibicarakan tentang lelangan burung Kandang Nasional Rajamandala, yg tujuan utamanya adalah untuk menternakan burung tersebut. Bicara tentang lelang tentu berhubungan dengan uang, orang yg memiliki banyak uang tentunya memiliki peluang besar memenangkan lelang. Nah bagaimana bagi orang2 yg hanya memiliki dana terbatas, apakah masih mungkin bisa mencetak burung juara?
Saya jawab SANGAT MUNGKIN.

Dulu sebelum ada sistem wajib lelang memang jawabannya sangat sulit, tetapi semenjak ada program wajib lelang jawabannya adalah sangat mungkin.
Berternak merpati itu memiliki banyak aspek, uang hanyalah salah satu dari itu.
Apakah burung juara x juara anaknya pasti juara?
Mungkin banyak dari teman2 terutama pemula berpikir pasti juara, tapi kenyataan tidak berkata demikian.
Hampir semua tahu bahwa banyak sekali burung juara Kanas lahir bukan dari anak langsung burung juara, tetapi kadang kita menutup mata melihat itu. Kenapa? Karena EGO kita, maka kita cenderung menutupi kebodohan kita dengan alasan tidak punya uang.
“UANG mungkin bisa membeli segalanya, tapi UANG bukanlah segalanya.”

Jika pertanyaannya mungkinkah membeli burung juara (racer) dengan dana terbatas? Maka jawabannya SULIT, tapi kalau membeli bibit bagus (breeder) dengan dana terbatas itu sangat MUNGKIN.
Burung penerbang bagus tidak otomatis menjadi burung bibit yg bagus juga, ini adalah dua hal yg berbeda. Mungkin bagi senior2 sudah mengerti, tetapi saya akan jelaskan secara sederhana dasar bagaimana cara beternak merpati bagi pemain baru. Ada 3 tipe dasar ternak :

1. Inbreeding = perkawinan antar anak dan ibu, anak dan ayah, adik dan kakak. Hal ini tidak diperuntukan untuk pemula karena hanya akan membuang2 waktu dan biaya, dan butuh seleksi yg sangat ketat. Akan banyak sekali sampah di kandang kita nantinya.

2. Line breeding = perkawinan antar saudara selain yg dituliskan diatas. Jadi jika dituliskan di silsilah akan ada burung yg sama di 4 generasi keatasnya. Metode ini paling banyak dipakai peternak2 unggul di Indonesia maupun di dunia karena bisa baik sebagai penerbang dan bisa baik juga sebagai bibitan dan jauh lebih mudah seleksinya.

3. Cross Breeding = perkawinan tidak sedarah. Tujuannya untuk membuat burung yg bisa saling melengkapi sehingga melebihi kualitas indukannya sendiri, banyak burung2 super lahir dari metode ini. Hanya kekurangannya adalah jarang sekali burung hasil dari cross breeding dapat menjadi bibit yg baik karena terlalu banyak varian yg akan diturunkan ke anak2nya.

Pertanyaannya adalah bagaimana kita tahu bahwa burung ini adalah hasil dari inbreed, linebreed atau crossbreed? Hal yg paling mudah adalah bertanya ke peternaknya, atau melihat hasil dari ternakannya.
Jarang sekali hasil dari tipe 1 bisa juara, tetapi jika ada maka peluang burung tersebut menjadi bibit bagus sangatlah besar. Biasanya burung juara lahir dari tipe 2 dan 3. Tetapi yg perlu diingat bahwa semua juara memerlukan vitalitas yg sangat bagus dan hal itu pun diturunkan dari indukannya. Tipe 1 dan 2 menurunkan vitalitas memperkuat sifat dan tipe 3 tidak menurukan vitalitas tapi memvariasikan sifat. Nah kalau saya teruskan bahasan ini tidak akan beres2… hehehe…

Tulisan ini sebetulnya sangat berbahaya karena teman2 bisa salah kaprah dan memang sudah terjadi sih… 📷:D. Pedigree atau silsilah jadi segalanya makanya saya pernah tulis dahulu di MPI bahwa “pedigree tidak bisa terbang.” Ini bukan teori semata karena saya sudah membuktikannya di kandang saya sendiri. Burung P-99-00860 yg sampai sekarang masih menjadi trah favorit di Indonesia tidak semua anaknya bagus dan cucu dari anak yg tidak bagus itu hampir semuanya menjadi sampah apalagi buyut dan cicitnya. Tapi cucu dari anak yg bagus tetap hebat demikian juga seterusnya. Kenapa bisa cucu, buyut, cicit dari 0860 bisa tetap dijalur juara? Jawabannya adalah seleksi yg sangat-sangat ketat. Jadi anak, cucu, buyut, cicit 0860 yg jelas2 sampah pedigreenya jelas sama dengan anak, cucu, buyut, cicit 0860 yg bagus. “HATI-HATI anda terjerumus oleh pedigree dan stock bird”

Jadi kunci dari beternak adalah seleksi, seleksi paling mudah adalah dengan mengikuti lomba. Lomba OLR adalah salah satu ajang seleksi yg paling tepat karena kita akan seleksi burung dengan sama perawatan, latihan dan lombanya. Dan juga kita bisa tahu patokan standart burung2 terbaik se Indonesia. Buatlah bloodline dikandang anda dengan seleksi yg ketat dan jangan pernah berhenti membeli burung untuk menyuntikan darah baru, buyback beberapa burung terbaik kita. Jangan tertipu dengan berpikir kita punya indukannya maka adik2nya akan sama kualitasnya dengan kakaknya. Hati2 juga dengan burung import karena selain belum tentu cocok dengan darah kandang kita, mereka butuh adaptasi dengan keadaan medan dan cuaca di Indonesia (butuh kesabaran extra).

Hindari membeli burung hasil dari crossbird dan crash race. Jika anda sudah menjadi breeder yg hebat maka tanpa melihat pedigree pun anda akan tahu bahwa burung ini bisa cocok atau tidak dengan bloodline yg ada di kandang kita.
Jika anda menerapkan tips ini, jangan pernah takut dengan orang berduit.
“UANG hanya berguna untuk mempersingkat waktu, tidak lebih dari itu”
Selamat mencoba dan SALAM POMSI.

Indra Lukita

Please follow and like us:
Ahmad Rivai
Breeder Platinum Pigeon Farm, Praktisi permainan merpati kolongan di Jakarta, Aktif bermain dibeberapa kolongan seputaran jakarta dan bekasi. Selain aktif dilapangan juga aktif menulis artikel tentang Permainan merpati. CP: 081290596498
http://www.rivai.net

Tinggalkan Balasan

Top