Tuesday 23rd October 2018,
Merpati.org

Cara melatih dan mencetak burung jablay

Cara melatih dan mencetak burung jablay

Hari itu minggu siang, sekitar pukul 12.00 latber di lapak kolong Simbang daerah permainan merpati kolong seputaran Boja Wilayah Selatan dimulai.
Memang peserta siang itu tak seramai biasanya, hanya 23 burung yang ikut latihan. Namun beberapa nama burung diantaranya bukan sembarang burung yang dapat diremehkan.

Sebut saja Sapu Jagat, Gadis Pantura, Mario, Setan Merah, Nikita, Sitep, adalah beberapa nama burung yang cukup ditakuti di area permainan itu.

Tak jarang burung-burung tersebut memenangkan perlombaan.Ada hal yang menarik perhatian saya waktu itu, Dari hasil pertandingan, tak satupun dari burung-burung yang diprediksi tadi jadi pemenang.

Namun justru burung dekil pendatang baru berwarna megan dengan nama Mega Mendung lah yang menjadi pemenang.
Memang satu minggu menjelang lomba dapat dipastikan Mega Mendung selalu terbang cepat dan masuk tipis melompati kolong.
Dari awal terbang hingga akhir, karakternya memang terlihat galak dan nakal.

Burung selalu terbang didepan dan narik lawan untuk terbang rendah (sehingga banyak lawan gagal masuk kolong saat melawan burung tersebut).

Dalam permainan kolong, keberadaan burung seperti ini adalah salah satu ancaman bagi burung-burung dengan kemampuan turun kencang (jika tidak diimbangi kemampuan untuk selalu masuk kolong).

Pemilik burung ini adalah remaja 14 tahun. Saat saya tanya dari mana asal burung itu? Jawabnya, “Tuku neng kampung Mas, wolungewu lanang tok.” (Beli di kampung Mas, delapan ribu hanya pejantannya saja).

Dan ketika saya tanya bagaimana cara dia melatih burung tersebut agar bisa selalu memasuki kolong? Jawabannya lebih mencengangkan saya lagi.

“Kulo kan tiru-tiru njenengan Mas, riyen nate ngertos njenengan nglatih doro ting griyo ngangge jerengan sg diparingi bendero!” (Saya meniru
anda Mas, dulu pernah lihat anda melatih merpati dirumah menggunakan tali jemuran yang diberi bendera).

PROSES LATIH BURUNG JABLAY




Melatih menggunakan tali jemuran yang diberi bendera berwarna sama dengan bendera kolong memang pernah saya lakukan.
Dan itu dulu waktu itu memang berhasil menghasilkan burung-burung dengan tipe “ngrontek” atau melompat tipis diatas kolong.

Sebut saja Lutung, Kasarung, Satria, Semut Geni dan Semut Ireng adalah burung-burung yang sukses saya latih dengan cara seperti itu.

Cara melatih seperti itu saya tinggalkan setelah banyak dari teman pemain bilang kalau itu hanya kebetulan. Burung yang lompat kolong mereka bilang adalah “gawan”/ karakter bawaan. Sejak saat itu saya tinggalkan cara melatih seperti itu.

Namun setelah saya berfikir kembali, Mega Mendung adalah tipe burung dengan finish terbang “ngampat”, biasanya burung dengan tipe terbang seperti itu tidak akan berhasil masuk kolong.

Jika dilihat dari berulang kali terbang, memang Mega Mendung hampir selalu masuk kolong meski terbang sangat rendah diatas atap rumah.
Bagi pemain yang menikmati permainan dari segi keindahan, tentu tidak akan menyukai burung seperti ini.

Tapi untuk memenangkan perlombaan merpati kolong, burung seperti ini tentu sangat menguntungkan.

PERLENGKAPAN LATIHAN




Melatih menggunakan tali jemuran tidaklah sulit, dapat dilakukan dirumah atau dibuatkan tempat melatih khusus disekitar lapak.

Saya dulu memanfaatkan kawat jemuran di sebelah rumah. Caranya yaitu dengan membuat dua tiang yang diberi tali kemudian pada tali tersebut dipasang bendera/ kain berwarna sama dengan bendera kolong.

Tinggi tiang sebaiknya jangan terlalu tinggi, 1,5 – 2 meter cukup. Cara melatih yaitu dengan melepas burung jantan 5-10 meter dari tiang.

Sedangkan joki menggeber burung betina di balik bendera dengan cara mengangkat tangan keatas sehingga burung betina terlihat si jantan diatas tali kemudian
menarik kebawah/ turun setelah burung jantan melewati tali.

Entah berapa besar prosentase keberhasilan melatih burung dengan cara seperti ini, tentu hal ini perlu kita coba dan evaluasi kembali.
Namun yang pasti adalah burung merpati dapat terbiasa memasuki kolong disebabkan karena anatomi yang mendukung, karakter dan serangkaian latihan.

Cara melatih tentu kita sesuaikan dengan permainan, hal-hal baru yang kita anggap sepele dan aneh mungkin justru cara terbaik untuk melatih burung merpati.
Untuk permainan kolong, memang berbagai cara biasa dilakukan.

Ada yang membuat kotak dari bambu yang diberi warna merah putih atau biru putih sesuai dengan warna bendera kolong. Kotak itu berukuran sekitar 50-100 cm, didalam kotak itu diletakkan tempat pakan, sehingga burung yang akan makan harus memasuki/ melompati kotak tadi.

Diharapkan dengan cara seperti itu burung terbiasa memasuki kotak kolong. Berbeda lagi dengan cara beberapa orang yang melakukan pelemparan merpati jantan dari luar kolong keatas agar melompati bendera kolong.

Harapannya juga sama, agar burung terbiasa memasuki kolong. Namun cara seperti ini jika dilakukan dengan asal-asalan justru akan melukai burung.

Jadi, apapun yang bisa kita cobakan untuk melatih burung kita agar lebih baik, tentu layak untuk dicoba.

Salam spekulasi

Please follow and like us:

About The Author

Dona Fajar Pramudian

Praktisi permainan merpati tinggi dan ahli katuranggan merpati. Aktif menulis artikel bertema katuranggan dan juga penulis buku Memilih dan berdagang merpati tinggian ala Mr.bengkuk yang diterbitkan oleh Bin Rohabi Publishing

Leave A Response