Tuesday , 2 September 2014
Berita Terbaru
Asal Usul  Permainan Merpati

Asal Usul Permainan Merpati

Kapan dan di daerah manakah merpati (tinggian) pertama kali di mainkan di Indonesia??

Banyak yang meyakini bahwa permainan merpati (tinggian) pertama kali dimainkan di daerah Jawa Timur, khususnya di Pulau Madura sekitar 100 thn yang lalu. Saya sendiri tidak tau pasti, tapi kemungkinan pendapat ini benar. Sayangnya saya sendiri belum pernah membaca catatan atau dokumentasi permaianan merpati di Indonesia.

Kalau benar orang Madura sebagai penggagas atau inventor permain merpati di Indonesia, pertanyaan selanjutnya yang muncul adalah apakah ini murni ciptaan atau temuan orang Madura atau hasil mencontoh permainan orang lain atau bangsa lain?? Kalau hasil mencontoh, orang Madura mencontoh dari mana dan bagaimana prosesnya??.

Hipotesa saya, orang Madura hanya mencontoh dan memodifikasi permainan merpati tinggi yang sudah ada sebelumnya. Argumentasi saya sederhana. Pertama, permainan merpati sudah berabad-abad yang lalu dimainkan oleh bangsa lain meskipun awalnya merpati pos. Kedua, merpati bukan merupakan hewan indigenous (asli) Indonesia. Merpati masuk ke Indonesia pasti dibawa oleh orang asing atau orang Indonesia yang bepergian ke luar negeri.

Sekarang kita coba telusuri bagaimana permainan merpati tinggian masuk ke Indonesia. Analisa saya bisa benar tapi bisa juga salah. Tapi sebagai suatu ikhtiar untuk menjawab suatu fenomena saya kira sah-sah saja. Yang penting tidak bengong mengisi puasa pertama yang kebetulan jatuh di hari libur. Very Happy Very Happy Very Happy

Ada satu buku yang saya beli beberapa waktu yg lalu membahas berbagai macam jenis merpati. Secara garis besar, merpati dibagi menjadi 3 kelompok yaitu fancy pigeon (merpati hiasa), performance pigeon (merpati utk dinikmati cara kerjanya), dan utility pigeon (merpati potong). Dalam kelompok performance pigeon dibagi lagi kedalam berbagai jenis (family) seperti racing pigeon, roller, tumbler, highflier, dan lain-laian. Satu jenis yang menarik perhatian saya adalah jenis “Diving Breed” (menukik/menyelam dari atas). Dalam kelompok keluaga diving ini ada beberapa species atau strain antara lain Dewlaps dan Doneks adalah yang paling terkenal. Yang lain adalah Wutas dan Kelebeks. Apa yang menarik dari nama-nama species tersebut ??? Yang jelas bukan nama Inggris atau Latin tetapi dari daerah Timur Tengah atau Arab dan sekitarnya termasuk Turkey dan Mesir. Permainan merpati jenis Diving sudah lama dikenal di daerah timur tengah dan yang paling populer konon di daerah Turki dan Iran.

Cara memainkannya ada kemiripan dengan cara memainkan merpati tinggian. Perbedaannya mereka tidak giring. Burung mulai dilatih terbang pada umur sekitar 7 mingggu bersama sama dengan burung dewasa. Cara melatihnya burung dibiasakan diberi makan di tempat tertentu dekat kandang dan setiap akan diberimakan burung dipanggil dengan menggunakan tanda-tanda tertentu. Biasanya dengan peluit atau kaleng berisi jagung yg dikocok-kocok sehingga mengeluarkan bunyi. Pada saat yang bersamaan juga si pemilik mengelepek dengan burung yg berwarna putih (terang) atau dengan kaos. Sehingga burung terbiasa bahwa setiap ada tanda bunyi atau klepekan, maka waktunya untuk makan. Cara ini terus diulang-ulang sampai burung benar-benar hafal dengan klepekan. Jadi klepekan digunakan sebagai tanda waktu makan, bukan karena giring.

Selanjutnya burung dilatih lawatan dalam jumlah kecil yaitu hanya 2 atau 3 ekor saja. Burung akan terus berputar-putar diatas kandang dengan radius sekitar 200 m. Setelah mencapai ketinggian tertentu maka si pemilik akan mengelepek dengan burung yang berwarna putih (terang) atau kaos. Yang penting yg digunakan untuk nglepek warnanya sama dengan warna yg digunakan untuk latihan.
Setelah diklepek, burung akan menukik vertikal dengan kecepatan yang sangat tinggi. Dalam buku tersebut dilukiskan turunnya seperti gunting yang dijatuhkan dari atas dan meluncur dengan membentuk spiral (ngebor). Diceritakan juga oleh penulis buku bahwa pada saat kita berdiri di dekat burung yang turun akan terdengar suara WUUUUZZZZZZ, saking kencengnya dan sering juga terjadi musibah burung nabrak sampai mati.

Jenis merpati lain yang kemungkinan mempengaruhi strain merpati tinggian adalah jenis highflier. Keistimewaan burung ini adalah punya hobby terbang sangat tinggi sampai berjam-jam. Konon ada strain tertentu yang mampu terbang 12 jam non-stop. Highflier terbangnya juga hanya disekitar kandang. Tetapi menurut saya yang paling mempengaruhi strain merpati tinggian adalah “species diving”.

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top