Thursday 19th October 2017,
Merpati.org

Lang-Lang Buana, Komunitas Merpati Tertua Indonesia

Belanda tak sekadar dikenal sebagai penjajah di Indonesia. Negeri Kincir Angin ini ternyata merupakan tempat bercikal-bakalnya komunitas penggemar burung merpati pos di Indonesia.

Semua bermula dari kegemaran anggota militer dan saudagar dari Belanda memelihara merpati pos. Ketika tiba di Indonesia di era kolonial, sebagian dari mereka membawa pula koleksi merpatinya. Selanjutnya, hobi itu terus berkembang di Indonesia dan belakangan ditiru pula oleh orang pribumi.

Cerita ini disampaikan Karna Tjendera, kakek berusia 80 tahun, kepada Tempo, Jumat, 1 Maret 2013. Menurut engkong dengan empat cucu ini, kebiasaan memelihara merpati pos terus berkembang di Tanah Air meski Belanda sudah lama hengkang.

Bahkan, organisasi penggemar merpati pos bentukan Belanda, Akbar Khan, yang beranggotakan orang-orang Belanda dan Indo Belanda di bawah kepemimpinan Meneer Kransier, masih berkibar hingga 1950-an.

Setelah satu per satu mereka kembali ke negara asal, “Koleksi burung mereka dijual ke orang-orang Indonesia,” kata Karna. Bersamaan dengan itu pula, Akbar Khan berganti nama menjadi Lang-Lang Buana (LLB). Organisasi yang menaungi para penggemar burung merpati pos di Indonesia mulai berdiri pada 1960-an.

Karna menambahkan, Lang-Lang Buana yang beranggotakan 60 orang itu selanjutnya dipimpin oleh Mayor Jenderal Rubiyono Kertopati. Meskipun demikian, organisasi ini mengalami pasang surut, terutama saat meletus peristiwa G-30-S pada 1965 silam.

Pasalnya, militer curiga burung merpati ini bisa dijadikan alat komunikasi oleh kaum komunis untuk melawan pemerintah. “Sehingga kalau kami bawa burung latihan terbang saja, harus minta izin dulu ke jawatan perhubungan,” kata Karna.

Pada masa itu, kegiatan LLB tak sekadar hobi. Mereka turut juga menyemarakkan kegiatan kenegaraan dan olahraga nasional. Aktivitas itu antara lain turut serta di upacara pelepasan burung pada pembukaan Ganefo (Games of the New Emerging Forces) 1962 di Jakarta, Asian Games, serta pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON).

Catatan sejarah lainnya yang pernah diukir LLB adalah berhasil menerbangkan merpati pos dari Kabupaten Ruteng, Nusa Tenggara Timur, ke Jakarta pada 1988 silam. Burung itu melewati empat selat yaitu Selat Flores, Sumbawa, Lombok, dan Bali, dengan jarak tempuh hingga 1.600 kilometer (1.000 mil).

Pemenangnya adalah merpati pos milik Letnan Kolonel (Marinir) Yett Resdianto bernomor cincin P-87-870560. Burung itu sanggup melintasi badai selat dan ganasnya cuaca gunung, dan menyelesaikan rute itu dalam tempo empat hari. Merpati Indonesia ini jauh lebih hebat dibandingkan jawara merpati pos di Amerika Serikat, yang hanya sanggup menempuh perjalanan sejauh itu dalam waktu seminggu.

Sumber : TEMPO.CO

Like this Article? Share it!

About The Author