Tuesday 21st November 2017,
Merpati.org

Mengenali gejala penyakit pada merpati

Mengenali gejala penyakit pada merpati

Ringkasan untuk membedakan burung yg sehat dan yg memperlihatkan gejala sakit dengan melihat berbagai tanda yg kasat mata.

Untuk memudahkan kita bagi 2 kelompok, yaitu tanda2 yg ada di kepala dan kotoran. Sebetulnya ada tanda2 lain seperti perilaku dan warna bulu. Tapi untuk sementara kita fokus ke kepala dan kotoran saja.

1. Tonsils




Kalau di manusia, kita biasa menyebut tonsils ini dengan amandel. Tonsil merupakan bagian yang paling cepat berubah (warna dan bentuk) kalau sisten imunitas mengalami ganguan atau ada infeksi.

Kalau kita buka mulut burung, maka akan terlihat 2 bagian tonsils. Yang pertama berbentuk bulat kecil dan berada tepat di depan pipa udara (windpipe). Yang kedua bentuknya lebih besar di bagian atas pipa udara berbentuk segitiga dengan sudut lancip dibelakang. Ditengah-tengah segitiga tsb ada semacam garis sehingga segitiga seperti terbelah dua. Di dasar (depan) segitiga berbetuk bergerigi (fringe).

Burung yang sehat, warna tonsils akan sama dengan warna bagian mulut sekitarnya dan garis tengah yg memisahkan tonsil yg berbentuk segitiga akan jelas terlihat. Fringe pada dasar tonsil segitiga juga akan jelas terlihat dan merata.

Apabila sistem imunitas mengalami gangguan (ada gejala infeksi) maka tonsils akan berwarna lebih merah dari sekitarnya serta membengkak. Karena ada inflamasi maka garis tengah yg memisahkan segitiga dan fringe akan terlihat lebih dalam. Apabila pembengkakan hanya pada satu sisi dari tonsil segitiga, maka garis tengah akan terlihat bengkok (tidak lurus). Apabila ini terjadi menunjukkan burung mengalami infeksi karena goham basah (wet canker) dan infeksi saluran pernapaan. Burung yg tonsilnya mengalami abses, akan terlihat garis putih yg menonjol ke atas pada bagian bawah (dasar) pipa udara. Gejala lain pada burung yg mengalami gejala infeksi, akan terlihat bintik2 putih pada tonsils. Apabila gejala goham didiamkan maka bintik2 putih akan menggumpal dan berwarna kekuningan.

Tips:




a. Awalnya mungkin masih sulit membedakan tonsil burung yg sehat dan kurang sehat. Tetapi dengan latihan yg rutin saya kira semua akan terbiasa.

b. Setiap pagi sebaiknya mulut burung diperiksa untuk mendeteksi sedini mungkin jika burung mengalami infeksi. Pemeriksaan mulut menjadi lebih penting lagi untuk burung yang akan dilatih.

2 Mucus (lendir)
Pada burung yang sehat, tenggorokan akan terlihat basah namun tidak terlihat ada penggumpalan lendir. Apabila jumlah lendir meningkat, menunjukkan ada sesuatu yg tidak beres dengan burung, meskipun belum tentu penyakit. Ketidakberesan bisa karena stress akibat lingkungan kandang yg kurang sehat (terlalu padat, makan kurang sehingga harus berebut, dll). Apabila ada gejala demikian, maka kandang perlu dievaluasi karena tingkat stress yg tinggi akan memicu berkembangbiaknya bakteri. (bakteri jumlahnya dapat berlipat 2 setiap 15 menit).

Burung yang mengalami infeksi pernapasan akan terlihat lendir berwarna putih kental. Sebetulnya lendir ini tidak diproduksi di tenggorokan tapi di organ struktur pernapasan seperti di “trachea”

Kalau kita mau melihat lendir jangan sehabis burung diberi makan atau setelah terbang karena pembentukan mucus pada saat setelah latihan merupakan gejala normal. Sementara sehabis makan, lendir bisa terbawa masuk oleh makanan..

Pada burung yang sehat, membran mucus akan berwarna pink muda. Apabila berwarna berwarna putih/pucat menunjukkan burung mengalami enemia (kekurangan cell darah merah) atau tekanan darah terlalu rendah. Membran juga akan berdenyut teratur sejalan dengan denyut jantung.
Burung yg membrannya berwarna kebiru-biruan menunjukkan ada infeksi saluran pernapasan. Tapi kadang-kadang ada juga pigmen membran dilangit-langit memang berwarna agak kebiruan. Jadi kita harus tau juga warna pigmen pada langit2 (membran).

3. Bentuk Windpipe (pipa udara)
Pipa udara pada burung sehat akan berbentuk agak lonjong dengan sudut agak runcing dibagian atas serta ada gerigi halus disekitarnya . Apabila burung mengalami kesulitan bernafas maka otot pada pipa udara akan berkontraksi sehingga lubang pipa udara berbentuk bulat. Semakin bentuknya bulat, mengindikasikan burung mengalami gangguan pernapasan.

4. Sinus
Pada tengkorak burung ada lubang2 halus yg disebut sinus yg berhubungan dengan sistem pernapasan.
Apabila burung mengalami infeksi saluran pernapasan, maka lubang sinus akan tertutup dan akibatnya akan terjadi penggumpalan cairan pada kelopak mata. Karena gravitasi maka cairan akan turun kebawah dan membasahi kelopak mata bagian bawah.

5. Ceres (Bagian Hidung yg Berwarna putih)
Burung yang sehat akan memproduksi serbuk berwarna putih yg menutupi hidung dan pelupuk mata (eyelids). Apabila burung mengalami infeksi saluran pernapasan maka produksi serbuk putih akan terhenti sehingga warna hidung menjadi kusam (tidak putih bersih) dan kotor.

6. Mata.
Burung yang sehat akan memperlihatan mata yg bersinar dan reaktif terhadap rangsangan cahaya, Apabila mata burung mulai kelihatan layu dan warna iris yg pucat mengindikasikan ada gangguan kesehata.

Banyak burung yang mempunyai kemampuan untuk menyembunyikan masalah kesehat
annya dengan baik karena mempunyai sistem imunitas yg bagus. Oleh karenanya,
banyak burung yg terlihat sehat, tetapi sebetulnya ada gangguan di dalam tubuhnya
yang apabila tidak segera diatasi dapat menjadi wabah atau setidaknya akan mempengaruhi kinerja burung kita.

Sekecil apapun masalah kesehatan yg dihadapi oleh burung, bahkan burung yg hanya mengalami stress atau tidak dapat beristirahat dengan baik akan terlihat pada perubah-
an bentuk dan warna kotorannya (dropping). Oleh karena itu, pemahaman tentan
g kotoran burung sangat penting sebagai peringatan dini sebelum wabah menye-
rang. Oleh karena itu, setiap membersihkan kandang, perhatikanlah baik-baik
bentuk dan warna kotoran. Kotoran burung juga memberikan informasi mengenai
fungsi ginjal, hati, dan kesehatan sistem pencernakan secara umum.

Apabila apada saat membersihkan kandang terlihat beberapa burung yg bentuk dan warna
kotorannya berbeda, dengan kotoran burung yang lain, kita harus waspada karena tanda-tanda burung kurang sehat dapat diibaratkan pucuk dari gunung es (sepertinya kecil, tetapi di dalamnya besar)

Untuk bisa menginterpretasikan kotoran burung yg tidak sehat, maka kita perlu tau terlebih dahulu bentuk dan warna kotoran burung yang sehat. Kotoran burung terdiri dari 2 unsur yaitu ampas makanan dan air seni (urine). Urine berbentuk 2 macm yaitu urine padat (uric acid) berwarna putih dan cair berwarna bening. Apabila semua burung dalam kandang kita kondisinya sehat, maka warna dan bentuk kotoran akan sama yaitu padat dengan warna coklat kehijauan serta sedikit warna putih ditambah dengan bulu-bulu halus yg
berserakan. Warna putih pd bagian kotoran (biasanya di atas) adalah urine padat. Bentuk kotoran ditentukan oleh fungsi ginjal.

1. Gangguan Pada Ginjal

Apabila ginjal tidak berfungsi secara sempurna, maka ginjal tidak dapat memadatkan urine (warna) putih dan memisahkan urine cair dari kotoran padat. Gangguan permanen pada ginjal relatif jarang, tapi fungsi ginjal juga bisa terganggu karena beberapa sebab antara lain pemakaian anti biotik berbasis sulfur (warna kuning), bakteri salmonella, pemberian pakan pellet (voor) ayam secara berkepanjangan, atau makanan yg mengandung toxic (pestisida). Apabila kotoran berwarna coklat kemerahan juga mengindikasikan fungsi ginjal yg terganggu. Burung yg diberi vitamin B, kotoran akan berwarna kuning mengkilat, tapi apabila kuning kusam mengindikasikan burung kurang/terlambat makan.

Yang paling perlu diwaspadai adalah apabila dalam kotoran tidak ada spot warna putih.
Burung yg mengkonsumsi garam dan vitamin yg mengandung gula secara berlebihan akan menyababkan minum berlebih. Akibatnya produksi urine juga akan berlebih.

2 Liver (Hati)

Salah satu fungsi liver yang terkait dengan kotoran adalah memproduksi enzym yg disebut “bile” yang berwarna hijau mengkilat. Apabila liver mengalami gangguan memproduksi enzym “bile” maka kotoran akan berwarna pucat. Kegagalan memproduksi enzym “bile” juga akan mempengaruhi fungsi ginjal dalam memadatkan urine sehingga warna putih yg seharusnya ada pada kotoran menjadi “lime green” (Bahasa Indonesianya mungkin hijau pupus atau hijau agak kekuning-kuningan” ).

Penyebab umum gangguan pada liver adalah bakteri salmonella, streptococcus, thrichomonads (goham) atau Chlamydia (penyebab infeksi pernafasan). Oleh karena itu, apabila kotoran tidak ada warna putih tetapi hijau kekuningan perlu diwaspadai adanya bakteri tersebut.

3.. Gangguan Pada Usus Besar

Kita perlu waspada apabila kotoran berwarna hijau, berair, atau hijau dan berair, meskipun tidak selalu mengindikasikan adanya penyakit.

Kotoran berair (mencret) bisa disebabkan oleh diare karena ada iritasi pada bagian usus besar. Kemungkinan penyebab iritasi pada usus besar adalah bakteri cocidia, hexamita, cacing atau bakteri lain.=20

Tetapi mencret juga bisa disebabkan oleh faktor lain seperti pemberian obat yg salah (overdosis) dan perubahan jenis makanan. Pemberian supplement seperti minyak ikan yg sudah kadaluarsa bisa juga menyebabkan mencret.

Kadang-kadang terjadi burung dimana kotoran yg pada pagi hari lunak tapi pada siang hari kembali normal. Apabila ini terjadi menunjukkan burung tidak beristirahat (tidur) secara baik. Hal ini bisa
disebabkan oleh beberapa faktor seperti parasit eksternal (jamur), gigitan kutu, lingkungan kandang yg tidak sehat (terlalu terang, bising dan lembab) atau bersin karena gejala infeksi pernapasan. Bakteri E-Coli pada tahap awal menyebabkan burung sakit perut (mules) dan mengalami gangguan tidur.

Kotoran burung berair juga bisa disebabkan karena kurang/telat asupan makanan padat dan hanya minum, tetapi setelah diberi makanan padat akan kembali normal. Tetapi apabila kotoran berair terus berlanjut setelah diberi makan,maka menunjukkan adanya produksi urine secara berlebihan. Apabila ini yg terjadi maka dapat disebabkan oleh beberapa faktor:
– Gangguan pada ginjal dimana ginjal tidak dapat memproduksi urine padat
– Penyakit yang menimbulkan rasa haus yaitu goham basah dan penyakit lain yg menyebabkan infeksi saluran pencernakan.
-Pemberian obat2an/vitamin yg mengandung garam dan gula berlebihan atau grit yg terlalu banyak mengandung
garam.

Tidak semua kotoran berwarna hijau menandakan burung mengalami gangguan kesehatan. Warna hijau bisa disebabkan oleh asupan makanan yg berwarna hijau seperti makan rumput atau kacang hijau. Tetapi apabila tidak ada asupan warna hijau kotoran berwarna hijau menandakan ada infeksi pada usus besar. Apalagi kalau warna hijau berbentuk cair. Bakteri E-Coli=A0 merupakan penyebab umum kotoran berwarna hijau.

 

Like this Article? Share it!

About The Author

Hermono Hermonovich

Breeder Dexter Bird Farm