Friday 21st September 2018,
Merpati.org

Mempelajari Eye sign pada burung merpati

Mempelajari Eye sign pada burung merpati

Sebagai tambahan wawasan keilmuan saja. Agar semakin terbuka pemikirannya. Tentu saja pengalaman kandang anda sendiri, lebih utama dan luar biasa sebagai bahan referensi kerja merpati anda. Apalagi bagi kandang-kandang yang memiliki segudang ilmu dan rahasianya sendiri. Semua memiliki pengalaman dan perjalanan masing-masing dalam dunia racing pigeon.

Mata racing pigeon memiliki rahasia. Dan itu semua perlu diujikan dan diteliti. Mata yang memenuhi syaratpun harus didukung faktor yang lain. Mulai dari anatomi tubuh yang ideal, manajemen kandang, pakan, latihan yang tertata rapi dan kedisiplinan juga. Agar mampu menghasilkan merpati juara.

Jika satu faktor saja, Anda lalai, maka meskipun merpati anda memiliki mata berlian, tiada berguna dalam suatu penerbangan perlombaan.

Perhatikan saja mata merpati anda. Tapi jangan buang-buang waktu atas mata merpati anda. Terbangkan, catat, dan evaluasi.

Nikmati saja perjalanan anda.

Berikut ini ada catatan yang bisa sebagai bahan bacaan, tentunya dengan translate seadanya

Jack Barkel membagi mata menjadi 5 lingkaran:




1. Lingkaran pupil

2. Lingkaran adaptasi

3. Lingkaran korelasi dari pupil ke perimeter

4. Lingkaran iris

5. Lingkaran pembibitan, perimeter atau lingkaran kesehatan

6. tanda pembalap (racing sign)

 

Untuk layak ditempatkan di kandang simpanan (stok kandang), mata burung harus menunjukkan tanda sebagai berikut:

1. 5 lingkaran sempurna

2. lingkaran adaptasi dan perimeter membutuhkan warna dan lebar yang sama

3. pupil harus reaktif terhadap intensitas cahaya dan harus kecil

Burung racing tidak membutuhkan semua 5 lingkaran!

Pupil yang: 1. kecil dan reaktif terhadap perubahan intensitas cahaya;

2. pupil atau lingkaran korelasi menjadi lebih besar, saat perimeter menjadi sempit.

3. melihat otot sphincter di pinggiran pupil dengan kaca pembesar tidak memungkinkan seseorang untuk menilai struktur akurat, karena itu akan

membuang-buang waktu.

 

Lingkaran adaptasi:




1. jernih dan jelas untuk seluruh burung stok murni

2. tanda mata merpati racing ditumpangi segmen hitam

 

Lingkaran korelasi:

1. dari pupil ke perimeter

2. lingkaran adaptasi dan iris yang melapisi di atasnya

3. jika terlihat (dari lingkaran adaptasi terhadap iris) lingkaran korelasi terlalu lebar, burung itu hanya akan cocok untuk jarak pendek.

 

Iris:

1. Bibit juara yang juara, dengan mata kuning akan menghasilkan iris sangat tebal.

2. Bibit unggulan yang unggul akan menghasilkan iris sangat tipis dengan celah/ jarak di dalamnya – tidak cocok dan sulit untuk balapan jarak jauh.

 

Beberapa pemikiran tentang pembibitan:

1. Jangan pernah memasangkan 2 mata mutiara karena alasan kecepatan dan vitalitas yang meningkat, karena akan mengorbankan kemampuan homing.

2. pasangan 2 kuning akan membuat plodders lambat, karena stamina dan kemampuan homing meningkat dengan mengorbankan vitalitas.

3. pasangan kuning dengan mutiara dapat menghasilkan banyak kecepatan, stamina, merpati kemampuan dan vitalitas.

4. pasangan tanda balap mutiara 100% dengan tanda balap kuning 100% akan menghasilkan pembalap murni, tidak cocok untuk stok burung.

5. lebih baik dari pembibitan murni pembalap dan pembibitan. Tujuannya ketika burung pensiun bisa masuk ke kandang setelah karir balapnya berakhir.

Untuk melakukan hal ini, salah satu yang perlu dilakukan adalah memasangkan burung bersama yang memiliki tanda balap (racing sign), tidak melebihi jumlah 100%.

Sumber: Racingpigeon.co.kr

Please follow and like us:

About The Author

Dany Wicaksono

Salah satu pendiri merpati.org, aktif menulis artikel di merpati.org sejak awal berdiri