Sunday 22nd January 2017,
Merpati.org

Kenapa Burung Kita Sakit?

Merpati sebatulnya burung yang punya daya tahan tinggi terhadap penyakit. Bahkan merpati mempunyai sistem anti-bodi yang membuatnya tidak tertular oleh virus H5N1 (flu burung). Kalau kita perhatikan burung merpati liar, hampir tidak pernah dijumpai merpati yang patekan, ND ataupun goham. Jarang sekali saya liat di taman-taman ada merpati yang sakit.

Bagi pemain merpati yang sudah lama, tentu ingat bahwa sebelum tahun 1980-an jarang sekali ada merpati yang sakit. Pada hal pada saat itu perawatan sangat sederhana. Obat-obatan kimia, hampir tidak dikenal atau tidak digunakan. Kandang merpati dapat dikatakan tidak pernah dibersihkan dan semua burung tetap sehat.

Tapi kalau kita lihat akhir-akhir ini, merpati justru terlihat sangat rentan terhadap berbagai macam penyakit mulai dari patek, cacingan, kutu, hingga penyakit yang lebih berat seperti goham, ND, paratyphoid, dll.

Kenapa hal ini terjadi…Apakah karena kebersihan udara, lalu lintas burung yang semakin tinggi, makanan yang tercemar zat kimia, lingkungan yang semakin kotor, atau ada sebab lain????

Kalau saya perhatikan, apabila ada burung seorang rekan yang sakit, maka fokus perhatiannya hanya pada obat untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Sebetulnya yang lebih penting adalah mencari sebab kenapa burung kita sakit.

Sebagian besar penyebab burung kita sakit adalah kandang yang tidak sehat. Ciri-ciri kandang yang tidak sehat antara lain: burung terlalu padat, lembab, kurang ventilasi, dan tidak kena sinar mata hari. Penyakit patek sebetulnya tidak perlu diobati pun akan sembuh sendiri sepanjang kandangnya sehat dan kering. Cukup dijaga agar jangan infeksi.
Agar sehat, burung harus kena sinar mata hari minimal 30 menit setiap hari. 25 % areal kandang sebaiknya juga kena sinar mata hari dan memiliki ventilasi yang cukup untuk sirkulasi udara.

Kandang yang lembab, selain karena kurang sinar mata hari dan kurang ventilasi bisa juga karena bocor saat hujan. Mencuci kandang dengan air (ngepel), sebaiknya jangan dilakukan sore hari saat sudah tidak ada mata hari karena akan menyebabkan udara dalam kandang menjadi lembab di malam hari. Mengepel kandang lebih baik dilakukan pada pagi atau siang hari sehingga mudah kering.

Kebersihan kandang tidak identik dengan kesehatan kandang. Bersih belum tentu sehat, tetapi kotor juga belum tentu tidak sehat. Dalam sistem kandang ada yang dikenal dengan istilah “deep flooring” atau “deep litter”. Bagi kawan2 yang pernah berkunjung ke kandang Bang Je, peguponnya sangat kotor dan konon seumur-umur sarangnya nggak pernah diganti. Ini yang disebut dengan “deep litter”. Sistem deep litter boleh dipakai dengan catatan tetap kering dan burungnya sehat. Di kotoran burung sebenarnya ada yang disebut dengan “good bacteria” atau bakteri yang baik. Ciri-ciri “good bacteria” adalah tidak berbau. Kalau kotoran burung bau menyengat, itu tanda-tanda burung tidak sehat dan umumnya terkena coccidiosis atau penyakit pencernakan lainnya. Sarang boleh saja tidak diganti, tetapi sebaiknya saat ada panas dijemur agar tetap kering dan membunuh kuman, kutu atau cacing.

Penyebab lain burung sakit adalah karena stress dan kurang istirahat secara baik. Stress bisa disebabkan oleh berbagai macam seperti latihan yang berlebihan, gangguan predator di kandang, kandang terlalu padat atau kandang yang tidak sehat. Kita sering menyepelekan masalah kutu. Padahal burung yang kutuan banyak kerugian seperti anemia, bulu rusak dan stress karena pada malam hari tidak dapat istirahat diganggu oleh gigitan kutu.

Burung liar tetap sehat karena makanannya balance atau seimbang. Burung yang dikurung beresiko makanan tidak seimbang (karbohidrat, protein, fat, mineral, micro-mineral, vitamin). Oleh karena itu perlu diperhatikan makanan yang seimbang sesuai kebutuhan (saat main, angrem, mabung, meloloh atau istirahat).

Burung sakit bisa juga karena tertular burung lain. Oleh karena itu perlu hati-hati memasukan burung asing. Bukan hanya burung pasar saja, tetapi juga burung dari peternak lain. Karakteristik bakteri yang ada pada 1 kandang dengan kandang lain bisa berbeda. Burung kita sudah terbiasa hidup dengan bakteri yang ada dikandangnya. Begitu masuk bakteri dengan strain yang berbeda yang dibawa oleh burung baru, maka sistem antibodi-nya tidak mengenali strain bakteri tersebut.

Selain masalah-masalah di atas, manajemen kesehatan seperti vaksinasi, pemberian obat cacing, obat kutu, coccidiosis secara berkala dan teratur tentu sangat penting.

Salam, semoga burung kita tetap sehat.

Oleh: Hermono

Like this Article? Share it!

About The Author