Wednesday 18th October 2017,
Merpati.org

Kebersamaan Ndeso

admin November 28, 2011 Liputan No Comments on Kebersamaan Ndeso

kebersamaan ndeso3

 

Lapak Tajem(LT) merupakan wadah dari komunitas yang berawal dari kecintaan terhadap merpati tinggian dari penduduk sekitar tajem dan  -/+ 2 tahun yang lalu atas prakarsa Bapak Oentoro disewa sebidang tanah yang luasnya  -/+ 2000 m2 dan 3 bulan kemudian setelah mendapat ijin dari pejabat setempat dibentuk juga kepengurusan LT yang menamakan diri sebagai Persatuan Penggemar Merpati Tinggian Lapak Tajem (PPMTLT).

 

Bagi kebanyakan orang yogya bagian selatan/ kota, lokasi LT cukup jauh karena lokasi LT berada di daerah Maguwoharjo tepatnya daerah tajem, -/+ 2km timur Stadion Sepak Bola Maguwoharjo. Bagi saya, seperti halnya alasan mas Dany (SuperAdmin merpati.org) jarak LT cukup dekat dengan kampus saya di Paingan tetapi jarak ini akan menjadi sangat jauh jika dari rumah saya yang berada di Sagan karena jarak dari rumah ke lapak sekitar 10 Km. Namun atas nama kecintaan terhadap merpati bagi saya jarak ini sangat tidak berarti dan ‘terbayar’ setelah melihat indahnya atraksi udara dari burung merpati serta indahnya pemandangan senja LT dan gunung Merapi, sungguh menghilangkan kepenatan selama aktifitas kuliah.

Muda dan Enerjik

 

Dalam usia 2 tahun, LT (mungkin) dikatakan sebagai anak kemarin sore. Namun jika diibaratkan sebagai burung merpati, LT merupakan burung muda yang beranjak dewasa yang mulai mapan karena telah mengalami berbagai macam gemblengan selama 2 kali masa rampasan. Dan selama 2 tahun itu, 1 tahun lebih diantaranya telah saya jalani dan ikut merasakan perkembangan LT yang kian menuju tren positif.

 

Menurut Mas Lilik, salah seorang pengurus harian PPMTLT, “Pada awalnya berdirinya LT hanya memiliki 3 lapak dan itupun hanya diisi oleh pencinta merpati tinggian sekitar daerah tajem dan eks lapak maguwoharjo. Namun setelah 2 bulan berselang ‘air bah’ itupun tumpah ruah, LT perlahan mulai dikenal masyarakat yogya melalui mulut ke mulut dan satu per satu lapak pun dibangun hingga ketika tersadarkan lapak telah berjumlah 18 dan bahkan bisa saja terus bertambah jika saja lahan masih mencukupi.”

 

 

Pada mulanya juga, aturan dan sistem kompetisi yang belum berjalan dengan baik dan konsisten karena pada prinsipnya semua penghuni LT merupakan para hobiis dan hanya sekedar menyalurkan hobi. Namun sejak dibentuk satuan tugas berkaitan kompetisi oleh pengurus PPMTLT mulai dirumuskan aturan lomba dan sistem kompetisi dalam LT yang senantiasa memunculkan ide-ide menarik, seperti hadiah doorprize berupa jagung atau ayam bahkan hadiah lomba berupa kambing yang ujung-ujungnya juga dipotong dan dimakan rame-rame sambil bercengkrama (asyik banget kan…=)).




 

Kalender kompetisi pun telah dibuat baku, lomba ‘besar’ diadakan setiap 3 bulan sekali, selain mendapatkan hadiah berupa uang atau dalam bentuk lain juga akan mendapatkan piala bergilir. Setiap giringan A juga ajeg dilaksanakan lomba atau yang biasa yang disebut Galatama dari jumat-minggu. Konsep lama yang mengalokasikan sejumlah uang dari uang pendaftaran dan penggunaan uang kas pun telah lama ditinggalkan. Satuan tugas kompetisi melakukan beberapa perubahan yang memberikan dampak cukup signifikan yaitu pencarian sponsor lomba sehingga biaya pendaftaran menjadi lebih murah.  Perlahan namun pasti, pencarian jati diri LT telah menunjukkan bentuk ideal sesuai dengan visi dan misi yang ingin dicapai oleh PPMTLT.

 

 ‘Aman-Bersih’ dijadikan keunggulan kompetitif

 

LT menjadikan Aman-Bersih sebagai pakem yang harus taati oleh setiap penghuni didalamnya. Aman-Bersih berarti keseharian penghuni lapak harus bebas dari Miras dan Judi. Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa citra yang melekat pada seni permainan merpati selalu berkaitan erat dengan miras dan judi. Dan agar citra tersebut dapat dihilangkan dan senantiasa terjaga ‘keamanan dan kebersihannya’ maka pengurus PPMTLT juga membentuk satuan tugas yang berkaitan dengan keamanan yang bertujuan untuk mengawasi dan memberikan sosialisasi aturan baru terhadap penghuni lapak serta melaporkan setiap terjadinya penyimpangan kepada ketua lapak, apabila hal tersebut terbukti dalam rapat umum lapak maka akan ada sangsi yang menanti terhadap oknum tersebut.

 

Selama ini saya mendengar dan ikut merasakan perkembangan LT, saya seolah-olah mengingkatkan kembali proses pembelajaran saya ketika masih berusia dini. Di LT juga tempat saya belajar namun belajar dengan melihat dan mempraktekan secara langsung. Semakin belajar maka semakin tidak ada habisnya.   

Dan selama itu juga, ada yang datang dan ada yang pergi namun fakta lapangan membuktikan bahwa yang datang selalu bertambah dan yang pergi (pasti) akan kembali.

 

Kekeluargaan, mungkin kata tersebut tepat untuk menggambarkan suasana dalam LT dan suasana tersebut kian terasa saat ada ‘kumpulan’. Itulah yang saya rasakan ketika pertama kali saya ikut merayakan atas kehadiran jabang bayi dari salah satu rekan LT, Bapak Joko Pitoyo. Ketika itu, semua rekan-rekan LT menghadiri acara tersebut dan kian terasa kekeluargaan ketika rekan-rekan dari lapak tlogorejo pun hadir dalam acara itu. Guyub dan fun, itu kesan saya dan acara tersebut kian membuka mata saya bahwa seni permainan merpati tidak hanya sebatas permainan yang hanya menang dan kalah melainkan ada nilai universal yang tidak dapat diungkapkan ketika setiap individu bercampur-riuh untuk ikut serta merasakan kebahagiaan bahkan kesedihan. Itu juga saya alami ketika pada acara yang lain semua rekan LT melayat salah satu anggota keluarga LT yang meninggal.

 

(Itulah sekilas selayang pandang pengalaman saya selama dalam hiruk pikuk kehidupan LT, MeeW)

Thanks to Mas Lilik yang membantu artikel ini.

Like this Article? Share it!

About The Author