Sunday 22nd January 2017,
Merpati.org

Kapan merpati berada dalam top performance?

Kapan merpati berada dalam top performance?

Bagaimana kita jeli untuk melihat golden period burung? apakah bisa direkayasa untuk lebih panjang atau lebih lama? dan bagaimana menentukan titik puncak prestasinya? dan kapan kita bisa melihat bahwa burung sudah masuk pada titik declining (penurunan kinerja)?

Untuk melihat peak performance dan titik penurunan grafik kinerjanya, ini agak sulit dan butuh kejelian kita melihat. Biasanya perawat/joki menilainya dari kinerja latihan sehari2 yg mengalami peningkatan baik dari sisi kualitas kerja serta ketahanan fisiknya. Cara ini tentu sedikit sulit dan hanya bisa dilakukan oleh mereka yg benar2 jeli dan mengerti keadaan burung.




Satu lagi cara memperkirakan peak performance, bisa dilihat dari susunan lar sayapnya. Ini bisa dilakukan bila kita melatih burung secara terprogram dgn baik.

Saya jelaskan dari awal…
Latihan yg terprogram dgn baik, burung harus mulai dilatih kira2 sejak sisa lar 3 atau 4.
Bila asumsi bulu berganti setiap 1 bulan, dan jarak tempuh sampai mentok butuh 3-4 bulan, maka ketika lar sayap full (habis jawat) burung mulai siap dilombakan (menanjak ke arah peak performance).
Dari hitung2an ini, waktu yg dibutuhkan utk melatih burung sampai ‘jadi’ kurang lebih 8 giringan. Maka pada giringan ke 9 burung diperkirakan sudah mencapai peak performance-nya.




Peak performance tidak bertahan lama. Biasanya 3-4 giringan sudah mengalami penurunan. Kalau dilihat pada lar sayapnya, kira2 sudah sisa lar 8.
Maka ketika lar sisa 7, burung dipastikan sudah menurun kinerjanya. Terus berangsur2 turun sampai sisa lar 6. Kemudian sisa lar 5 burung harus istirahat, cabut ekor, bersiap mabung, dan kembali dilatih dari awal lagi ketika sisa lar 3.
Begitu terus periode latih dan peak performnya.

Dgn latihan yg terprogram, kita lebih mudah memantau kinerja burung. Selain itu, dgn program ini, burung diupayakan siap lomba bertepatan dgn kondisi sayapnya yg sudah full. Kondisi ini membuat burung maksimal cara kerjanya. Fisik siap, bulu2-pun sudah full semua.

Usia produktif lomba utk merpati biasanya sampai umur +/- 6 tahun. Lebih dari 6 tahun umumnya burung menjadi lebih lamban dalam bermanuver.
Setiap tahun burung pasti mengalami kondisi bulu yg full sempurna. Tinggal kita mengatur jadwal program melatih supaya burung siap secara fisik (siap lomba) bertepatan dgn keadaan kondisi bulu yg full tsb.
Banyak pemain yg salah, baru mulai melatih justru menunggu ketika bulunya baru full. Ini akan merugikan krn ketika fisik dan mental siap (4 bulan kedepan) kondisi bulu justru sudah drop. Tentu kerjanya tidak akan maksimal.

Sedikit tambahan, dalam keadaan normal, kondisi bulu yg full pada merpati setiap tahunnya jatuh pada bulan yg kurang lebih sama. Coba perhatikan, burung yg lar sayapnya full pada bulan juni (misalnya), maka tahun depan pasti akan full juga pada sekitar bulan yg sama (juni). Maka peak performance tiap tahun kurang lebih akan jatuh pada sekitar bulan Juni juga. Ini bisa dijadikan patokan pada tahun berikutnya agar latihan mengejar target peak performance yg akan jatuh sekitar bulan juni setiap tahun.
Jangan terlalu berharap merpati yg peak performance di bulan Maret (misalnya) bisa ikutan dan memenangkan lomba di turnament Agustusan.

Pada merpati balap, program latih ini sudah hampir 100% dipergunakan oleh pemain2 senior. Maka jangan heran kalau merpati yg peak performance di bulan November s/d Februari (musim hujan) harganya akan lebih rendah dibanding merpati yg peak performance di musim panas. Musim hujan tentu jarang ada lomba.
Ini juga bisa dijadikan patokan ketika kita membeli burung. Perhatikan sisa lar sayapnya. Bulan apa kira2 lar sayapnya akan full. Kalau jatuh di musim penghujan, sebaiknya dipertimbangkan lagi.

Penulis : Ari BMK
Sumber : Forum lama Merpati.org

Like this Article? Share it!

About The Author