Friday 26th May 2017,
Merpati.org

EYE SIGN Theory

3. Diantara para penulis tentrang eye sign sendiri ada banyak perbedaan. Sebagai dasar bahasan, saya menggunakan buku yang ditulis oleh SWE. Bishop dan kemudian dikembangkan oleh Bob Fleming. Kalau kita baca bukunya Bryan Vickers, pendapatnya juga berbeda. Pendapatnya Vickers kita bahas berikutnya.
4. Tulisan Bishop ini berdasarkan kajian terhadap 53 ribu burung (bukan 2 ribu seperti saya tulis kemarin). Dari hasil penelitiannya terhadap 53 ribu burung dia mengelompokkan eye sign menjadi 10 seperti pada gambar no.3
5. Untuk bisa melihat eye sign mutlak diperlukan kaca pembesar dengan kekuatan 15-20 kali dan di bawah sinar mata hari (cukup sinar).
6. Burung masih piyik belum bisa dievaluasi eye sign-nya karena matanya masih bisa berubah. Evaluasi eye sign paling ideal kalau burung telah mencapai usia 18 bulan atau setidaknya telah rampas dimana matanya sudah tidak berubah.
7. Mungkin ada yang bertanya kenapa yang dilihat matanya??. Karena mata dianggap sebagai “cermin” dari jiwanya. Seperti juga manusia, kita bisa memperkirakan sifat seseorang dari matanya.
8. Eye sign hanyalah salah satu alat seleksi (bukan satu2nya) untuk memperkirakan kemampuan burung sebagai breeder dan racer. Jadi kalau mengevaluasi burung tetap harus dinilai organ yang lainnya.
9. Yang paling penting, saya bukan pakar eye sign, tapi sedang belajar eye sign. Jadi kalau salah mohon dimaklumi.

Kita sekarang lihat gambar pertama.

Di gambar tersebut ada garis diagonal yang disebut dengan “line of the beak” yang memisahkan pupil menjadi 2 bagian. Garis tersebut adalah garis imajiner yang ditarik dari pangkal paruh (cucuk) meliwati tengah-tengah pupil. Bagian atas pupil disebut dengan “the breeding section” atau wilayah breeding dan bagian bawah disebut dengan “the racing section” atau wilayah racing.
Apabila eye sign berada di daerah breeding section maka burung tersebut cocok sebagai breeder dan apabila berada di racing saction maka burung tersebut cocok sebagai racer dan tidak cocok sebagai breeder. Apabila eye sign berada di breeding saction dan racing saction makan burung tersebut cocok sebagai breeder dan racer (dual purpose).

Saya kira ini tidak terlalu sulit untuk dipahami.

Sekarang kita pindah ke gambar no 2 yang dibuat oleh Myron Kulik. Gambar ini menurut saya sebetulnya kurang tepat karena bentuk gergaji (serration/spiky) berada di luar circle of correlation. Menurut Bishop serration /spiky harusnya berada langsung setelah pupil. Jadi dia merupakan circle of correlation yg berbentuk gergaji (spiky).

1. Pupil… harus berbentuk bulat sempurna dan berwarna hitam pekat dan mengkilat. Kadang2 dijumpai pupil yang berwarna buram (milky) dan ini disebabkan oleh beberapa sebab misalnya gizi kurang baik, kena katarak atau burung sudah tua. Pupil yang bagus harus berkontraksi jika ada perubahan sinar masuk karena pupil akan memfilter jumlah sinar yg masuk ke retina. Kalau cahaya kuat, maka pupil akan mengecil agar sinar yang masuk ke retina tidak terlalu banyak dan sebaliknya.
Mengenai ukuran pupil ada yg berpendapat semakin kecil semakin baik. Tapi ada juga yang berpendapat yang penting adalah proporsional dengan besarnya mata secara keseluruhan. Pupil yang besar biasanya mengindikasikan kecerdasan yang rendah (bodoh).

2. Circle of Adaptation (C/A)….. yaitu suatu lapisan tipis yang terdapat setelah pupil. C/A bisa berwarna hitam atau hijau kehitaman atau coklat kehitaman. Semakin lebar C/A dan semakin nyata lingkarannya, maka semakin baik. Tidak semua burung mempunyai C/A dan burung yang demikian tidak cocok sebagai breeder maupun racer.
Karena tipisnya C/A maka harus hati2 sebelum kita memutuskan burung tersebut tidak mempunyai C/A. Untuk memastikan burung tersebut punya C/A atau tidak, bisa dilakukan dengan melihat pupil di bawah sinar mata hari dan sekali-sekali tutup mata burung agar pupil berkontraksi. Pada saat pupil mengecil, maka akan terlihat apakah burung tersebut mempunyai C/A atau tidak.

3. Circle of Correlation (C/C)…..Perhatikan bagian ini baik-baik karena teori eye sign Bishop terfokus pada C/C. Lapisan ini berada setelah C/A dengan warna beraneka ragam seperti kuning, hijau, hitam, abu2, biru atau violet (ungu). Menurut Bob Fleming, C/C yg berwarna hijau sebetulnya adalah kuning kotor dan warna violet sebetulnya adalah warna biru. Warna hijau dan violet mempunyai kualitas yang sama hanya bedanya warna hijau dijumpai pada burung bermata kuning dan warna violet pada mata putih (pilo).
Dari segi ukuran, semakin besar/lebar C/C semakin baik. Selain itu C/C yang warnanya cerah juga semakin baik.
Tidak semua burung mempunyai C/C dan bentuk C/C burung yang satu dan yang lain juga berbeda. Burung yang tidak mempunya C/C atau C/C nya terlalu kecil tidak bagus sebagai breeder maupun sebagai racer.
Sekali lagi mohon perhatikan bentuk dan warna C/C burung anda, karena Bishop memfokuskan teorinya pada C/C ini.

4. Iris adalah lapisan setelah C/C dan di bagi dua yaitu inner iris dan outer iris (ada yg menyebut dengan main iris). Inner iris biasanya berwara lebih muda dari outer iris. Mohon juga perhatikan iris mata burung anda, karena kalau nanti kita membahas bukunya Bryan Vickers fokusnya ada pada iris, bukan pada C/C.

5. Lapisan terluar setelah iris adalah circle of health atau biasa disebut juga Vermeyen ring. Lapisan ini mengindikasikan kesehatan burung. Burung yg sehat akan mempunya vermeyen ring yg hitam mengkilap (tidak kusam).

Sebelum kita lanjutkan ke pembahasan gambar no.3, kita kembali sebentar ke gambar no 2.

1. Mengenai Health Circle (Vermeyen Ring), pada umumnya berwarna hitam, tapi mungkin bisa juga berwarna coklat tua seperti kata Mas Admin untuk kasus burung warna coklat. Yang penting Health Circle harus berwarna kuat (jelas). Menurut Rob Woolish bahkan ada burung yang tidak punya Health Circle. Mungkin bukannya tidak punya, tetapi bisa jadi warnanya pucat sehingga tidak jelas, apalagi kalau dilihat dengan mata telanjang. Menurut Rob Woolish juga, burung sebagai breeder harus punya Health of Circle yg kuat.
Health Circle merupakan pembuluh darah yang mensuplai darah ke bagian mata. Kalau Health Circle warnanya tidak kuat menunjukkan suplai darah ke bagian mata kurang yang bisa berarti peredaran darah burung secara keseluruhan kurang bagus. Sebabnya bisa beraneka ragam seperti kualitas gizi yg kurang baik (anemia), jantung yg kurang bagus untuk memompa darah atau kekurangan zat besi.
Seperti pada manusia, kalau mengalami tekanan darah rendah atau anemia, maka bagian luar bola mata akan terlihat pucat. Itu sebabnya dokter kalau memeriksa pasien suka membuka mata pasien untuk melihat sirkulasi darah.

2. Kalau saya menulis “racer” di sini adalah racer dalam merpati pos. Kalau kita bicara burung dengan kualifikasi racer, maka yang yang harus diperhatikan adalah “speed” (kecepatan) dan “distance” (jarak terbang/kemampuan jelajah).
Dalam teori eye sign ada yang disebut dengan “speed line” dan “distance line”. Perhatikan gambar no 2 pada bagian Circle of Correlation”. Garis2 kecil berwarna kebiruan yang membentuk lingkaran searah jarum jam disebut dengan “distance line”. Burung yang mempunya distance line kuat (garis2nya terlihat nyata) mempunyai kemampuan terbang jarak jauh lebih baik daripada yang tidak mempunyai distance line atau yg distance line-nya lemah. Kalau konsep distance line kita terapkan dalam merpati balap atau merpati tinggian, mungkin bisa kita simpulkan burung yang punya distance line bagus akan mempunyai daya tahan untuk terbang lebih bagus.

Yang dimaksud dengan speed line pada gambar no.2 (pada bagian C/C juga) adalah garis2 yang lebih lembut berwarna kehijauan yang mengarah ke luar (diagonal), tapi bukan yang berbentuk seperti gergaji. Dalam gambar no 2, speed line kelihatan lebih tipis dari distance line. Burung yang mempunyai distance line kuat mempunyai speed lebih bagus.

3. Menurut Rob Woolish, apabila Circle of Adaptation berwarna metalic (hitam metalic atau hijau metalic), maka burung tersebut sangat bagus sebagai breeder.

4. Cluster….. Yang dimaksud dengan cluster adalah kumpulan titik berwarna emas (untuk mata warna kuning) atau silver (untuk mata warna putih) yang berada di pupil. Cluster dapat berbentuk bulat atau memanjang atau bentuk yg lain. Cluster bisa berpindah2 tempat atau tetap (tidak bergerak). Burung yang pupilnya mempunyai cluster mempunyai nilai yang sangat tinggi sebagai breeder, tapi konon sangat jarang burung yang punya cluster. Perlu hati2 membedakan cluster dengan spot putih pada burung yang habis sakit (seperti sakit snot). Kalau spot putih pada burung yg habis sakit akan hilang perlahan-lahan dan bentuknya bukan kumpulan titik2 tatapi hanya 1 lingkaran putih (single spot)

Itu sekedar penjelasan tambahan untuk gambar no.2 sebelum kita membahas gambar no.3.

Sekarang kita bahas satu persatu type eye sign (gambar no.3).




Sebelum kita membahas satu persatu perlu diperhatikan bagian mata yang lain, khususnya iris. Meskipun eye sign kurang bagus, namun apabila diimbang dengan iris yg bagus bisa dipertimbangkan sebagai racer. Iris yang bagus harus mempunyai warna yang kuat (tidak pucat) dan seperti membentuk bukit serta lambah kalau kita naik pesawat melewati pegunungan bukit barisan. Maksudnya, permukaan iris tidak rata (flat) tetapi bergelombang. Iris yang bagus juga mempunyai kepekatan warna yang rata.

No. 1. No Eye Sign (E/S)

Burung yang tidak mempunyai E/S artinya tidak memiliki circle of adaptation (C/A) dan circle of correlation C/C). Jadi setelah pupil langsung iris. sebelum kita menyimpulkan bahwa mata tersebut tidak memiliki E/S, perlu diperiksa dengan teliti di bawah sinar mata hari sehingga pupil berkontraksi. Apabila pada saat pupil mengecil tidak terlihat lapisan C/A dan C/C maka mata tersebut tidak memiliki eye sign. Apabila mata berwarna kuning, hati-hati juga jangan sampai rancu dengan gambar no 9 (The Yellow) karena C/C pada gambar no 9 juga berwarna kuning.

Menurut Bishop dia belum pernah menemukan burung tanpa E/S yang bagus sebagai racer maupun sebagai breeder.

No. 2 Lying Sight (L/S)

Disebut L/S karena letaknya berada di bagian bawah iris. Bentuk L/S adalah tipe E/S yang paling umum dijumpai.Dari segi ukuran lebar dan panjang serta kepekatan warna L/S akan berbeda-beda. Semakin lebar, semakin panjang dan warnanya semakin pekat berarti semakin baik. Apabila panjang L/S kurang dari 25% dari lingkar pupil dan tidak cukup lebar, maka dianggap kurang bernilai. Apalagi kalau warnanya tidak kuat
Karena posis L/S berada di wilayah racing (sesuai gambar no.1) maka type ini tidak cocok untuk breeder. Tetapi apabila luasnya lebih besar dari 25% lingkaran pupil dan punya iris yg bagus, type ini cocok untuk racing saja.

3. Standing Sight (S/S)

E/S type S/S pada prinsipnya sama persis dengan type no.2 (L/S). Perbedaanya posisi yang di atas dan kalau kita mengacu kepada gambar no.1 maka berada di area breeding. Jadi burung dengan E/S type ini cocok sebagai breeder. Type ini lebih jarang dijumpai dibandingkan dengan type L/S.
Nilai S/S akan berkurang apabila hanya menutup kurang dari 25 % lingkar iris, tidak cukup tebal, dan warnanya tidak pekat (pecah2). Jadi harus cukup lebar dan berwarna pekat.

4. Half Circle (H/S)

E/S type H/S pada prinsipnya merupakan gabungan antara type no.2 dan no.3 dan sebaiknya menutup lingkar pupil sekitar 75%. Type ini jauh lebih bernilai dari type no. 2 dan no.3 karena dianggap sebagai loncatan ke type no. 7.
Burung dengan E/S seperti ini bisa untuk breeder dan juga racer. Namun untuk menentukan yg paling cocok harus dilihat posisinya apakah lebih banyak di area breeding atau area racing.

5. Full Circle (F/C).

Meskipun F/C menutup seluruh area pupil tanpa terputus, namun kelebarannya tidak mencukupi dibandingkan dengan type no.4. Dalam banyak kasus, meskipun E/S nya menutup seluruh pupil tapi sangat tipis, bahkan kadang-kadang hanya setebal guratan pinsil saja. Warnanya pun tidak terlalu kuat.
E/S type ini tanggung untuk breeder maupun untuk racer.

No. 6 The Serrated Sign

Serrated sign kadang2 disebut juga spiky eye sign.Dalam bahas Indonesia kemarin ada yang menggunakan istilah gergaji mungkin karena bentuknya seperti mata gergaji. Contoh serrated eye sign yg paling jelas adalah seperti gambar no.2.
Serrated sign pada intinya adalah C/C yang lapisan luarnya tidak rata tapi bergerigi dan terlihat seperti menembus ke inner iris. E/S type ini sangat jarang dan nilainya sangat tinggi dan biasanya hanya dijumpai pada burung yg sangat bagus. Serrated sign yang paling bagus adalah apabila melingkari seluruh pupil dan cukup lebar serta dengan warna yang solid.
Berdasarkan statistik yang dibuat oleh Bishop, burung dengan E/S seperti ini istimewa sebagai racer jarak jauh ataupun breeder. Bishop juga menyebut E/S type ini sebagai “Breeder’s Eye”. Disarankan kalau punya burung dengan E/S demikian langsung diistirahatkan untuk dijadikan breeder. Terlebih lagi kalau itu burung betina, nilainya sangat tinggi bahkan menurut Bishop nilainya lebih tinggi dari E/S no 10.

No.7. The Strong Circle

Strong Circle pada prinsipnya sama dengan Full Circle hanya garisnya lebih lebar dengan warna lebih solid (pekat) sehingga sangat jelas terlihat. Sementara type full circle garisnya tipis. Burung dengan E/S type ini sangat bagus untuk breeding. Jadi kalau punya burung dengan E/S seperti ini sebaiknya juga langsung masuk kandang ternak.

No.8 The Broken Sign (B/S)

B/S adalah kombinasi antara type no 2 (L/S) dan no.5 (F/S). Sebetulnya burung mempunyai type F/S tetapi pada bagian bawah menebal/melebar. Kalau tadi dikatakan type F/S burung serba “tanggung” untuk breeder maupun racer, maka dengan adanya bagian yang menebal di bagian bawah pupil, type ini cocok untuk racing jarak jauh (long distance), tetapi tidak cocok sebagai breeder karena posisi yg menebal berada di area racing.

9. The Yellow

Sepintas type ini sama dengan type no.2 (L/S), pada hal type ini sangat jarang dan nilainya sangat tinggi terutama sebagai racer jarak jauh. Menurut Bishop type ini perlu dicoba sebagai breeder.
Karena bentuknya sangat mirip dengan type no.2 maka harus hati-hati jangan sampai salah.
Kalau diperhatikan dengan cermat , The Yellow adalah betuk strong circle dengan C/C warna kuning sehingga agak sulit membedakan dengan iris yang berwarna kuning juga. Kalau diperhatikan baik-baik gambar no.9, maka akan terlihat perbedaan kepekatan antara warna kuning iris dan warna kuning C/C yang lebih muda.

10. The Green

The Green pada prinsipnya sama dengan The Strong Circle hanya bedanya kalau the strong circle berwarna hitam, yang ini berwarna hijau. Warna hijau disini bukan hijau terang seperti daun tetapi seperti hijau kotor (mungkin bisa disebut seperti kotoran kuda). Seperti halnya the strong circle, warnanya harus cukup lebar (semakin lebar semakin baik) dan pekat.
The Green hanya dijumpai pada burung bermata kuning atau mata jawa (bull eye). Apabila burung bermata putih (pilo), maka warnanya bukan hijau, tetapi violet. Warna violet lebih sulit dideteksi jika menggunakan mata telanjang, sementara warna hijau pada burung bermata kuning atau jawa akan lebih mudah dilihat meskipun tanpa loup.
Type the green dan violet nilainya sangat tinggi, baik sebagai breeder maupun sebagai racer. Tapi kalau punya burung dengan E/S demikian sebaiknya untuk bibit saja.

Saya kira itu yang bisa saya sampaikan mengenai teory eye sign menurut Bishop yang kemudian dikembangkan oleh Rob Woolish dan Bob Flaming. Teorinya Bishop ini dianggap sebagai kitab suci oleh para ahli eye sign. Namun karena bukunya ditulis lebih dari 50 th yg lalu, maka ada penemuan2 baru seperti the Cluster.

Meskipun kita mempelajari eye sign, namun jangan mengabaikan perabotan burung yg lainnya. Mata yang bagus saja tidak cukup untuk menjadikan burung hebat. Tetapi burung yang hebat harus mempunyai mata yang bagus. Pesan saya, jadikanlah pengetahuan eye sign ini hanya sebagai SALAH SATU alat untuk menyeleksi burung, baik sebagai breeder maupun racer.

Seperti saya sampaikan sebelumnya, salah satu kegunaan paling penting dari eye sign adalah untuk tujuan “pairing” dalam breeding. Bagaimana aplikasi eye sign dalam breeding (pairing) akan kita bahas selanjutnya.

Catatan: Kalau ada yg punya buku eye sign yg ditulis oleh pengarang Indonesia saya kira bagus juga kalau ditampilkan di sini untuk bahan perbandingan supaya pengetahuan kita lebih lengkap. Bagaimana Mas Admin atau teman yang lainnya???
Salam dan sampai jumpa pada bahasan berikutnya.

 Eye Sign Theory by Brian Vickers

Sedikit saya jelaskan mengenai menilai eye sign menerut Brian Vickers.

Seperti sudah saya sampaina sebelumnya, Brian Vickers dalam menilai mata lebih fokus pada bagian iris, sementara Bishop pada circle of correlation. Mas Brian membuat skala 9,00-9,50 (bukan 90-95 seperti saya tulis sebelumnya).
Gambar di atas adalah dengan asumsi kita melihat mata burung dari depan (paru burung menghadap ke muka kita)
Breeding line adalah coret2an yang menyerupai rambut sedangkan racing line adalah polos (datar). Semakin tebal dan banyak garis-garis seperti rambut, maka semakin bagus sebagai breeder. Dan semakin tebal warna tanpa rambut hanya cocok sebagai racer.
Gambar 1 dan 2 kelihatan perbedaanya dimana gambar no.2 “rambut” lebih banyak dan warna racinngnya juga lebih tebal (“kereng”).

Gambar2 yang lain untuk membedakan perbedaan iris saja. Intinya semakin tebal aris tapi kalau garis luarnya mulus (tidak bergelombang) semakin baik sebagai racer.Ttetapi kalau permukaan luar iris tebal dan bergelombang maka semakin baik sebagai breeder.

Saya kira itu penjelasan gambarnya. Kalau Bang Je kurang jelas bisa diskusi berdua sama Mas Admin sambil makan nasi uduk dan martabak manis he…he…he.

Saya kira tidak terlalu sulit untuk membedakan mana yg bagus sebagai breeder dan sebagai racer.
Kalau kurang jelas, bisa minta tolong Mas Admin untuk lebih menjelaskan.

Sekarang kita bandingkan foto no 1 dan 2

Foto no.2, garis2 seperti rambut jelas terlihat lebih banyak dibandingkan foto no.2 Warna iris foto no, 2 juga warna merahnya dengan ketebalan lebih merata, sementara pada foto. no.1 warna iris agak menipis pada iris bagian dalam (inner iris) yaitu yang berada dekat circle of correlation.

Kalau kita menggunakan teorinya Bishop, foto no. 2 juga lebih bagus meskipun sama2 jenis strong sign, tetapi speed line foto no. 2 lebih jelas terlihat. Yang lebih penting lagi, pada foto no.2 garis luar circle of correlation terlihat bergerigi (serrated).
Ketebalan warna circle of correlation pada foto no. 2 juga sedikit lebih tebal dari no.1 meskipun sama-sama mempunyai lying sight. (type no.2 menurut klasifikasi Bishop).

Pada foto no. 3, ketabalan warna iris sangat merata seperti pada foto no. 2, tapi garis2 breeding line meskipun cukup bagus, namun tidak sebagus foto no.2. Jadi klasifikasi foto no. 3 adalah sangat bagus sebagai racer (9.50), tetapi sebagai breeder hanya 9,35. Kualifikasi ini sudah sangat memenuhi syarat sebagai racer dan breeder.

Foto no.4 ini kasusnya sama dengan foto Mas Admin yg no.6, yaitu ciri khas mata hasil inbred yg terlalu kental (dalam penyilangan terlalu banyak inbreed atau line breed). Karena burung hasil inbreed tidak cocok sebagai racer, maka harus di-cross dengan burung yg tidak punya hubungan darah untuk mencetak racer.

————————————–

Pertanyaan yang mungkin timbul adalah bagaimana hubungan eye sign dengan breeding.
Eye sign senebarnya adalah alat untuk menyeleksi mana burung yang cocok sebagai breeder dan sebagai racer. Kalau kita sudah mendapatkan burung yang memenuhi syarat sebagai breeder, maka tahap selanjutnya adalah menentukan penyilangan (pairing) yang diharapkan akan menghasilkan turunan yang terbaik.
Masalah ini perlu dibedakan dengan metode penyilangan (inbreeding, linebreeding, outcrossing, backcrossing, atau hibridanisasi).

Sebelum kita masuk kepada topik bahasan, mungkin ada baiknya disinggung sedikit konsep hereditas (penurunan sifat) dari indukan kepada anaknya. Bagi yang sudah memahami mekanisme penurunan sifat tentunya tau bahwa “secara teoritis” sifat/karakteristik anak merpati (atau mahluk hidup lainnya) 50% berasal dari bapaknya dan 50% dari ibunya. Pertanyaan yang mungkin timbul adalah kenapa 50 % dari bapak dan 50 % dari ibunya??. Kita tahu bahwa mahluk hidup merupakan kumpulan dari sel-sel dan setiap satu sel mengandung sejumlah kromosom. Kromosom dalam sel selalu berpasang-pasangan (dua buah) dan khusus untuk merpati setiap sel terdiri dari 40 pasang atau 80 buah kromosom. Setiap kromosom mengandung sejumlah gen yang membentuk sifat/karakteristik mahluk hidup.

Pada saat terjadi pembuahan (kawin) satu kromosom dalam sel sperma dilepaskan oleh jantan dan 1 kromosom lagi dilepaskan oleh betinanya melalui sel telur. Pertemuan antara 1 kromosom dari jantan dan 1 kromosom dari betina yang membentuk embrio. Kita tidak tau kromosom mana yang dilepaskan oleh jantan dan mana yang berasal dari betina karena proses pembelahan kromosom berlangsung secara acak.
Akan tetapi karena sifat kromosom selalu berpasang-pasangan, maka secara teoritis probabilitasnya 50 % (1 dari 2 kemungkinan).

Untuk lebih jelasnya, bisa diibaratkan dengan mata uang koin yang mempunyai 2 sisi, katakanlah sisi A dan sisi B. Kalau uang koin itu kita lempar 10 kali, maka secara teoritis kemungkinan muncul sisi A adalah 5 kali dan sisi B juga 5 kali. Tetapi dalam kenyatannya dari 10 kali lempar bisa saja semuanya sisi A atau sisi B atau 4 kali sisi A dan 6 kali sisi B, dan seterusnya. Proses pembelahan kromosom juga mengikuti pola yang sama. Itu sebabnya piyik bisa mirip bapaknya, mirip ibunya atau campuran. Dan jangan lupa kromosom dari pejantan juga sebagian berasal dari bapaknya dan ibunya juga kakeknya. Oleh sebab itu, bisa saja seekor piyik mirip kakek/neneknya atau bahkan buyutnya. Ini yang menyebabkan piyikan dari indukan yang sama bisa berbeda satu sama lain, baik dari segi ciri2 fisiknya maupun karakternya.

Kalau kita perhatikan, banyak burung2 bagus tetapi anaknya jarang yang bagus (istilah Mas Admin boncos), tapi ada juga burung bagus yang menurunkan anak-anak yang bagus juga. Ini berkaitan dengan apa yang disebut dengan “kemampuan breeding” atau breeding capability yaitu kemampuan indukan untuk menurunkan sifat2 yang dimilikinya kapada turunannya.

Kembali ke masalah eye sign. Kegunaan eye sign adalah untuk menilai burung yang mempunyai kemampuan breeding yang bagus yaitu burung yang akan mampu menurunkan sifat-sifatnya kepada anaknya. Tetapi kalau sifat/karakteristik indukannya jelek maka turunannya juga akan jelek. Bukan berarti kalau punya kemampuan breeding bagus anaknya secara otomatis akan bagus. Oleh sebab itu, dalam kita breeding rumus dasarnya adalah “the best vs the best”. Jangan memulai breeding dengan indukan yang kualitasnya tidak jelas. Tetapi “the best vs the best” saja tidak cukup apabila tidak mempunyai kemampuan breeding yang bagus.

Prinsip2 pokok penyilangan berdasarkan eye sign:

1. Jangan menyilangkan 2 burung yang mempunyai type eye sign sama tetapi sebaiknya berbeda sama sekali (menurut Bishop).
2. Menyilangkan eye sign type racer dengan type racer akan menghasilkan racer yang kualitas anakannya semakin lama akan semakin menurun (menurut Vickers)
3. Menyilangkan eye sign type breeder dengan type racer akan menghasilkan racer dengan kualitas anakan yang lebih stabil
4. Menyilangkan eye sign type breeder dengan type breeder akan menghasilkan breeder.

Sebeluma kita lanjutkan masalah penyilangan, kiranya perlu dipahami bahwa burung dengan breeder eye sign bukan berarti tidak cocok untuk jadi racer karena ada burung yang berkualifikasi racer dan breeder sekaligus (dual purpose). Selain itu, menyilangkan hanya berpatokan pada eye sign saja tidak tepat karena eye sign hanya sebagai alat seleksi untuk memilah mana burung yang cocok sebagai breeder dan mana yg cocok sebagai racer atau dual purpose. Untuk bisa menyilangkan dengan benar harus dikuasai juga metode penyilangan dalam genetic breedings.

Berikut ini adalah penyilangan yang disarankan oleh Bishop dengan melihat eye sign (E/S). Yang penting adalah jangan menyilangkan 2 type E/S yang sama karena tidak akan membawa perbaikan.

1. Type E/S yang paling umum adalah type no.2 (lying sign). Type no. 2 ini akan bagus disilangkan dgn E/S no.3. Secara statistik, penyilangan ini cenderung akan menghasilkan turunan dgn type E/S no. 4 (half circle). Kalau di kandang kita hanya ada burung dgn E/S no 2 dan 3 saja, tidak perlu khawatir. Dengan penyilangan yg hati2 dan sedikit kesabaran, kandang kita akan mendapatkan E/S no. 7.

2. Apabila kita memiliki burung dgn E/S no. 5, 6, atau 7 maka burung tersebut harus segera masuk kandang breeding karena ini merupakan modal yang sangat berharga. Kalau kita punya type no.7, dengan linebreeding yang baik dan benar maka di kandang kita akan diisi oleh burung2 dengan E/S yang sangat baik. Terutama apabila burung yg memiliki E/S no.7 adalah betina.

3. Type E/S no. 2 dan no. 3 akan bagus disilangkan dgn type E/S no. 4. No.Type no. 4 juga akan bagus disilangkan dgn no.5 terutama apabila yang punya E/S no. 5 adalah betina.

4. Bishop tidak menyarankan penyilangan E/S no. 5 dan no.6, tetapi apabila no.5 atau no.6 disilangkan dgn no.7 hasilnya akan sangat baik.

5. Apabila kita memiliki betina dgn E/S no. 7, maka disilangkan dengan no. 2,3,4,5 atau no.6 akan sangat mungkin menghasilkan turunan dengan E/S no. 8 yang merupakan type racer yang sangat baik. Dengan kata lain, kalau kita memiliki betina dgn E/S no. 7, akan sangat berharga untuk menghasilkan E/S type racer.

6. E/S no. 9 disilangkan dengan type yang mana saja, kecuali no.1 (no eye sign) akan memperbaiki kualitas E/S hasil ternak kita. Bahkan apabila disilangkan dengan no.7 akan sangat mungkin menghasilkan type violet (untuk mata pilo) atau the Green (utk mata kuning). Tetapi Bishop cenderung untuk tidak menyarankan penyilangan no.9 dgn no.2 karena sama2 type racer.

7. E/S no. 10 merupakan super breeder untuk menghasilkan burung2 jawara asalkan jangan disilangkan dengan type no.1. Kalau type no. 10 ini disilangkan dengan no.7 atau no.9 akan sangat mungkin menghasilkan “the Green” juga.

Saya kira itu, prinsip penyilangan yang disarankan oleh Bishop.

Saran saya,apabila kita menyilangkan agar hasilnya dicatat dengan baik untuk melihat pola penurunannya. Hasil analisa dari catatan yang kita buat akan sangat bermanfaat untuk memperbaiki kualitas E/S ternakan kita.
Sekali lagi, E/S hanya salah satu alat seleksi yang bisa kita lihat (visible). Selain melihat E/S, kita tetap wajib memperhatikan perabotan yang lain karena kualitas burung tidak hanya ditentukan oleh kualitas matanya saja. Tetapi burung yang bagus harus didukung oleh kualitas mata yg bagus.

Saya kira pengertian dasar E/S sudah cukup memadai untuk bekal dalam meneliti kualitas E/S burung kita. Silahkan diamati apakah cocok untuk diaplikasikan kepada merpati Indonesia.

Kita sudah bahas menyilangka dengan patokan eye sign menurut Bishop. Sekarang kita lanjutkan dengan penyilangan menurut Bob Flaming.

Seperti sudah disampaikan sebelumnya, Bob Flaming merupakan pengikut Bishop tetapi dia juga mengembangkan dasar2 eye sign yang ditulis oleh Bishop. Apabila Bishop memfokuskan hanya pada circle of correlation, Flaming juga melihat kualitas iris, tetapi prinsip2 dasarnya sama.

Perbedaan model penyilangan menurut Bishop dan Flaming adalah kalau Bishop hanya melihat bentuk dan posisi eye sign (circle of correlation) sementara Flaming selaian melihat bentuk dan posisi eye sign juga melihat warna circle of correlation dan warna iris. Tetapi prinsip dasarnya saya, yaitu menyilangkan burung yang eye signnya “contrast” artinya harus warna yang berbeda.

1. Menurut Flaming, menyilangkan merpati dengan berpatokan pada eye sign bukanlah eksperimen, tetapi motode yang sudah terbukti dapat meningkatkan kemampuan racing dan potensi breeding. Dalam banyak kasus kelemahan2 indukan, kecuali kelemahan fisik, akan terlihat pada matanya sehingga dapat diseleksi agar tidak muncul pada turunannya. Yang penting aalah harus “kejam” waktu melakukan seleksi. Maksudnya jangan ragu untuk menyingkirkan burung yang tidak memenuhi syarat agar kualitas ternak kita tetap terjaga.

2. Jika mempunyai lebih dari satu type the violet atau the green, boleh menyilangkan violet dgn violet atau green dengan green dan akan menghasilkan racer dan breeder yang excellent. Tetapi tetap disarankan jangan warna yg sama.

3. The Yellow jangan disilangkan dengan yellow juga, tetapi kalau tidak ada pilihan warna lain, bisa kuning muda dan kuning tua.

4. Eye sing warna hitam adalah type super breeder (strong circle) dan karenanya bisa disilangkan dengan eye sign warna apa saja (kuning, hijau, atau bitu keabu-abuan). Hal yang saya juga berlaku untuk violet karena ini juga type super breeder.

5. Menyilangkan 2 burung mata jawa (bull eye) akan menghasilkan burung dengan iris yang lemah. Menyilangkan burung yang sama-sama memiliki warna eye sign dan iris yang lemah juga akan menghasilkan eye sign agak lemah dan sangat lemah.

6. Jangan menggunakan burung dengan warna eye sign dan iris yang lemah sebagai breeder. Lebih baik menggunakan yang sama2 warna gelap.

7. Apabila menyilangkan burung yang memiliki mata type breeder dengan type racer, maka akan menghasilkan type racer yang lemah. Begitu juga kalau menyilangkan burung type breeder dengan dual purpose yang lebih cenderung ke racer, hasilnya akan sama (type racer yg lebih lemah)

8. Tetapi kalau mata type breeder disilangkan dengan mata type dual purpose yg cenderung ke breeder, maka 80 % turunannya akan memiliki mata type racer dan separoh dari sisanya yang 20 % akan memiliki kualitas mata lebih bagus dari indukannya.
Eye sign lebih difokuskan apakah seekor burung cocok untuk breeder atau racer. Sebetulnya fokusnya pada mencari breeder. Kalau tidak cocok untuk breeder otomatis hanya bisa sebagai racer.
Faktor lain seperti anatomi wajib untuk dinilai. Eye sign yg bagus tanpa didukung oleh faktor lain tidak ada gunanya.
Biasanya dalam menilai burung mereka mengelompokan menjadi 3 faktor, yaitu:

1. Faktor struktural yang meliputi antara lain kualitas bulu, sayap, tulangan, otot, dan lain-lain yang bisa dilihat dan diraba atau faktor anatomi. Biasanya kita hanya fokus pada faktor struktural saja dalam menilai burung.

2. Faktor fungsional yang meliputi fungsi organ tubuh bagian dalam seperti fungsi jantung, liver, ginjal, dll. Eye sign bisa membantu mendeteks/ memperkirakan bagaimana fungsi organ bagian dalam ini dengan melihat Vermeyen ring atau Health circle.

3. Faktor psikologis yang meliputi kecerdasan, semangat tempur, “sense of urgency” (mungkin bisa diterjemahkan menjadi ingin cepat-cepat sampai). Faktor psikologis biasanya dilihat dari ekspresi wajahnya (80 % bisa tercermin dari wajahnya). Untuk bisa menilai perlu latihan. Dan 20 % lagi dilihat dari sikap burung waktu dipegang.

Semoga bermanfaat

salam…

authors : Mr. Hermono

Like this Article? Share it!

About The Author