Friday 26th May 2017,
Merpati.org

Breeder profile : JOS THONE [part 2]

Jos Thone dilahirkan tahun 1961 di kota Maasmechelen dekat perbatasan Belgia-Belanda. Orang tua Jos telah “terinfeksi” oleh apa yang disebut Pigeon Bug atau kutu merpati. Ini bukan infeksi penyakit oleh virus atau bakteri, tapi penyakit “keranjingan” mepati. Oleh karenanya tidak heran Jos pun ikut “terinfeksi” sejak balita.

Jos pernah mengatakan bahwa ia pada dasarnya sudah menjadi breeder merpati sejak belum bisa berjalan karena ia sudah biasa di kandang merpati diajak ayahnya sejak masih bayi. “Saya merangkak ke kandang merpati setiap hari sejak saya belum bisa berjalan”, kata Jos pada suatu kesempatan wawancara dengan seorang wartawan.

Pengalaman ini sangat mempengaruhi perjalanan hidup Jos. Pada umumnya kata pertama yang diucapkan oleh seorang bayi adalah “mama” atau “papa”. Tetapi kata pertama yang diucapkan oleh Jos adalah “pigeon” atau merpati. Jos tidak pernah dapat berpisah dari merpati. Dia sudah membantu ayahnya membersihkan kandang sejak usia dini. Sebelum berangkat sekolah, ia membantu ayahnya membersihkan kadang dan sepulang sekolah selalu berada di kandang. Di sekolah, Jos lebih tertarik menggambar design kandang merpati daripada pelajaran lainnya.

Sampai kira-kira tahun 1997, Jos bermain merpati bersama ayahnya di kota Maasmechelen. Di kota ini keluarga Thone dikenal sebagai pemain merpati yang lumayan tangguh, namun burung-burung keluarga Thone bukan termasuk burung yang top di kota tersebut.

Suatu hari keluarga Thone harus pindah rumah dari Maasmechelen ke kota As. Di tempat tinggalnya yang baru ada keluarga pemain merpati yang sangat disegani yaitu keluarga Thomas Peeters.

Keluarga Peeter kewalahan merawat burungnya yang berjumlah sekitar 1000 ekor dan ia mencari seorang pegawai pembersih kandang. Keluarga Peeters menawarkan pekerjaan tersebut kepada ayah Jos, namun ia tidak tertarik untuk bekerja membersihkan kandang burung yang bukan miliknya. Ayah Jos menawarkan anaknya sebagai pengganti dirinya. Awalnya, keluarga Peeters ragu untuk mempekerjakan Jos karena dianggap terlalu kecil untuk mengurus burung yang demikian banyak. Tetapi karena tidak ada pilihan lain, Jos pun akhirnya diterima bekerja pada keluarga Peeters sebagai pembersih kandang.

Pekerjaan sebagai pembersih kandang tentu bukan pekerjaan yang menyenangkan, tetapi Jos melakukannya dengan penuh kesungguhan dan ketekunan. Kesempatan bekerja sebagai pembersih kadang oleh Jos tidak hanya digunakan untuk belajar merawat burung. Ia juga menggunakan kesempatan tersebut untuk mempelajari merpati lebih sungguh-sungguh. Akhirnya Jos lebih mengenal burung-burung milik Peeters daripada Peeters sendiri. Dan Jos pun menjadi kunci kemajuan peternakan keluarga Peeters.

Thomas Peeters mempunyai 6 orang anak, 3 laki-laki dan 3 perempuan. Anak perempuan yang bungsu, Gaby, rupanya berpengaruh bersar terhadap perjalanan karir Jos sebagai peternak dan pemain merpati. Salah seorang anak laki-laki Peeters, Norbert Peeters adalah dokter merpati yang tersohor di seluruh dunia.




Jos merasa senang bekerja pada keluarga Peetres dan sebaliknya, keluarga Peeters juga puas dengan kinerja Jos. Tetapi baru 6 bulan Jos bekerja, rupanya Jos lebih tertarik pada Gaby daripada merpati. Pikiran Jos pun terpecah antara Gaby dan tugas membersihkan kandang. Namun demikian Jos tidak pernah mengabaikan tugas pokoknya sebagai pembersih kandang. Pada tahun 1988 Jos dan Gaby akhirnya menikah dan dikaruniai 2 anak laki-laki.

Setelah 13 tahun bekerja sebagai pembersih kandang, Jos akhirnya dipromosikan sebagai manager kandang. Keluarga Peeters mengakui bahwa Jos mempunyai bakat, ide-ide cemerlang dan feeling yang luar biasa tentang merpati dan perlu diberi kesempatan untuk lebih bekembang. Sejak Jos menjadi manager, prestasi merpati-merpati milik Peeters pun meningkat pesat termasuk prestasi di Barcelona Race yang bergengsi, 2 kali menyabet predikat National Ace Pigeon Belgia, juara umum Belgia dan sejumlah juara tingkat provinsi.

Pengalaman 13 tahun bekerja sebagai pembersih kandang, bukan saja menjadikan Jos mahir dalam merawat merpati, tetapi juga menemukan ide-ide baru tentang bagaimana manajemen kandang yang efisien, sistem breeding, pemberian motivasi bagi burung muda, pemberian pakan, dan lain-lain. Ide-ide Jos tersebut kemudian diterapkan di kadangnya sendiri. Bukan hanya itu, Jos juga sangat paham karakteristik setiap burung yang dirawatnya dan mengetahui ciri-ciri burung milik Peeters yang mengeluarkan anak-anak hebat. Pergaulannya dengan kakak iparnya, Norbert Peeters, juga memberikan pengalaman berharga tentang penyakit dan cara pengobatan merpati. Jos belajar banyak selama bekerja pada keluarga Peeters, tetapi rasa hausnya untuk terus belajar tidak pernah terpuaskan.

Sejak kecil Jos punya ambisi untuk memiliki kandang sendiri yang diisi oleh burung-burung hebat. Tetapi, latar belakang keluarganya bukanlah dari keluarga berada sehingga tidak mungkin memberikan dukungan finansial kepada Jos. Tidak ada pilihan, Jos pun harus bekerja keras untuk menabung dari penghasilannya sebagai pembersih kandang, pekerja tambang batu bara dan memberikan pelatihan komputer di malam hari. Sementara Gaby bekerja sebagai pegawai bank lokal.

Pada tahun 1989, Jos dan Gaby akhirnya dapat mulai membangun rumah dan kandang merpati setelah mertuanya menghadiahkan sebidang tanah di Jl. Ktuisstraat No. 7. Meskipun rumah dan kandang merpati yang dibangunnya belum selesai sepenuhnya, Jos sudah tidak sabar untuk mengikuti lomba dengan merpatinya sendiri. Pada awal 1991, Jos akhirnya dapat mengikuti lomba atas nama sendiri. Prestasi awal Jos pun sangat luar biasa. Dengan tim burung-burung mudanya, Ia langsung menyabet juara pertama lomba di 4 provinsi yaitu Reims (227 km), La Souterraine (611 km), Argenton (576 km) dan Vierzon (495 km).

Prestasi ini hanya awal dari kesuksesan Jos bermain merpati. Sejak saat itu tidak ada yang mampu membendung prestasi Jos bermain merpati. Ia pun mendapat julukan sebagai pemain merpati terhebat saat ini.

Jos dikenal sebagai orang yang ambisius dan selalu ingin menjadi yang tehebat di bidangnya. Ambisi Jos ini ditopang oleh karakternya sebagai pekerja keras, tekun dan tidak pernah puas dengan apa yang telah diraihnya. Sifat Jos ini tampaknya juga terpancar pada merpati-merpatinya yang selalu ingin terdepan dalam setiap lomba.

Salam

Like this Article? Share it!

About The Author